Ads

Monday, April 02, 2007

Singapura dan Isu Uang Haram dari Indonesia

Sabtu, 31 Maret 2007
Pemerintah Singapura ’tersengat’ dengan isu pencucian uang haram asal Indonesia. Diperkirakan, 55.000 orang superkaya di Singapura adalah orang Indonesia

Hidayatullah.com--Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Lim Hng Kiang menegaskan bahwa reputasi negaranya sebagai pusat pelayanan jasa keuangan dunia tidak ingin dikorbankan dengan menampung uang hasil pencucian (money laundering), penyelundupan atau dari kegiatan illegal lainnya.

"Kami tidak ingin uang kotor (dirty money)," katanya di depan sejumlah wartawan Indonesia yang melakukan pers tour di Singapura, Rabu (28/03).

Menurut dia, tidak ada untungnya bagi Singapura untuk menampung uang dari hasil kegiatan illegal di Indonesia, karena Singapura, menjadi salah satu negara yang memiliki kelebihan dalam pelayanan jasa keuangan antara lain karena dinilai bebas dari praktek-praktek korupsi dan berbagai bentuk penyimpangan lainnya.

"Berapa kami bisa kumpulkan uang dari pelaku kejahatan di Indonesia, sepuluh juta dolar?" ujarnya balik bertanya seraya meyebutkan bahwa perputaran uang dari kegiatan pelayanana jasa keuangan (resmi-red) di negaranya mencapai 750 juta dolar Singapura.

Lim Hng Kiang menjamin bahwa praktek-praktek semacam itu tidak mungkin terjadi di negaranya mengingat bahwa reputasi lembaga keuangan di Singapura bisa disejajarkan dengan lembaga-lembaga keuangan terkemuka di dunia seperti Federal Reserve di Amerika Serikat atau lembaga-lembaga keuangan di Swiss.

Ia juga menyambut gembira rencana dilanjutkannya pembahasan perjanjian ektradisi antara Indonesia dan Singapura. "Setelah ditandatangani, tentunya kami akan mematuhi kesepakatan itu," ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa negaranya tidak bisa begitu saja menangkap atau menyerahkan para tersangka pelaku kejahatan yang diminta oleh pemerintah Indonesia sejauh tidak ditemukan bukti-bukti bahwa mereka melanggar hukum Singapura.

Ditempat terpisah, sehari sebelumnya, Menlu Singapura George Yeo juga menyatakan bahwa walaupun belum bisa mengkonfirmasikan tanggalnya, telah dicapai kesepakatan dengan pihak Indonesia untuk secepatnya melanjutkan pembahasan perjanjian ektradisi dan pakta kerjasama pertahanan yang mandeg sejak tiga tahun lalu.

Terbesar
Pada bagian lain, Lim Hng Kiang mengemukakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara mitra dagang penting Singapura yang menduduki tempat kelima dengan nilai perdagangan pada 2006 mencapai 62,9 juta dolar Singapura, terdiri dari 23,4 juta dolar impor dan 39,5 juta dolar ekspor.

Dari Indonesia, Singapura antara lain mengimpor karet dan minyak kelapa sawit dan sebaliknya mengekspor antara lain peralatan teknologi tinggi, elektronika dan bahan kimia.

Dimasa mendatang, lanjutnya, Singapura juga ingin bekerjasama dengan Indonesia khususnya di bidang bioenergi khususnya pengembangan minyak jarak. Sejumlah pengusaha dari Eropa yang bergerak dalam pemrosesan minyak jarak, menurut menteri, juga sudah menyatakan minatnya untuk beroperasi di Singapura.

Di sektor investasi, pada 2005 Singapura tercatat sebagai penanam modal asing terbesar di Indonesia dan pada periode antara Januari sampai Oktober 2006, menduduki tempat kedua setelah Malaysia.

Pada 2004, tercatat 659 perusahaan Singapura yang beroperasi di Indonesia.

Namun demikian, mengingat semakin ketatnya persaingan untuk menarik modal asing, Lim Hng Kiang berharap agar Indonesia memperbaiki iklim usaha antara lain di bidang kepabeanan, perburuhan dan keamanan.

Menurut dia, negara-negara lain terutama China dengan gencar-gencarnya terus memperbaiki diri dan mengembangkan berbagai zona kawasan industri guna menarik para investor asing, begitu pula dengan pendatang baru, Vietnam yang juga terus berbenah diri.

Singapura, sambungnya, juga ikut membantu Indonesia mengembangkan kawasan Batam, Bintan dan Karimun di Popinsi Kepulauan Riau menjadi Zona Ekonomi Khusus. Sejumlah menteri kedua negara yang duduk dalam Komisi Bersama pengembangan wilayah itu, tutur Lim Hng Kiang, telah melakukan pertemuan empat kali, menunjukkan keseriusan para petinggi kedua negara mewujudkan hal itu.

Mengenai kerjasama antar ASEAN, sambungnya, difokuskan untuk mewujudkan Zona Perdagangan Bebas ASEAN pada 2015 yang ditandai dengan liberalisasi arus barang dan modal serta tenaga kerja.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura itu menambahkan bahwa berdasarkan realitas yang ada saat ini, rencana pemberlakukan satu mata uang ASEAN agaknya belum bisa diwujudkan sampai 2015.

Superkaya Indonesia

Sebuah laporan yang disampaikan firma investasi, Merrill Lynch dan Capgemini, baru-baru lalu menyebutkan, bahwa sepertiga orang superkaya di Singapura adalah orang Indonesia.

Dari 55.000 orang superkaya di Singapura atau biasa disebut high networth individuals dengan total kekayaan sekitar US$260 milar, 18.000-nya merupakan orang Indonesia. Dana orang Indonesia dari golongan ini yang mengendap di negara tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$87 miliar atau setara dengan Rp791 triliun.

Pemerintah Singapura tersengat ketika dituding menjadi sarang persembunyian para ”konglomerat hitam” dari Indonesia. Karena itu, pihak Singapura mendorong agar perjanjian ekstradisi segera disepakati kedua negara.

Belum adanya perjanjian ekstradisi antara RI dan Singapura menimbulkan kecurigaan masyarakat Indonesia terhadap niat baik negara kota itu dalam memberantas korupsi dan kejahatan. Sebab, sejauh ini banyak penjahat, terutama yang berurusan dengan ekonomi, masih bisa bersembunyi di Singapura.

Menurut catatan, sejumlah buron kasus korupsi yang membawa uang ratusan juta dolar AS itu antara lain, Sudjiono Timan (terpidana 15 tahun dalam kasus korupsi dana BPUI), Maria Pauline Lumowa (pembobol BNI), Nader Taher (terpidana kasus kredit macet Bank Mandiri), serta Bambang Soetrisno (kasus BLBI Bank Surya)

Selain itu, terdapat beberapa bankir yang masih menjadi buron, seperti Irawan Salim (tersangka kasus Bank Global), Agus Anwar (tersangka BLBI Bank Pelita), Atang Latief (kasus BLBI Bank Bira), Lydia Mochtar (kasus BLBI Bank Tamara), dan Sjamsul Nursalim (korupsi BLBI Bank Dagang Negara Indonesia). [cha, berbagai sumber]

Arab Kecam Pendudukan Tak Sah AS di Iraq

Kamis, 29 Maret 2007

Meski dikenal sebagai sekutu utama, Arab Saudi bisa bersikap keras terhadap Amerika Serikat (AS). Negeri kaya minyak ini mengecam tindakan AS di Iraq

Hidayatullah.com---Raja Abdullah dari Arab Saudi, yang merupakan sekutu dekat AS, dalam pidato pembukaan pertemuan tahunan Arab di Riyadh, Rabu (28/3), mengecam pendudukan asing tidak sah atas Iraq.

”Saya mencintai Iraq, darah ditumpahkan di antara saudara dalam bayangan pendudukan asing yang tidak sah dan konflik sektarian mengancam adanya perang sipil,” ujar Abdullah.

Dia juga mengatakan negara-negara Arab yang sedang merencanakan untuk meninjau rencana damai Timur Tengah yang berusia lima tahun dalam sebuah pertemuan, tidak akan membiarkan adanya pasukan asing memutuskan masa depan wilayah itu.

Di masa lalu, para pemimpin Arab Saudi, termasuk Menteri Luar Negeri Pangeran Saud al-Faisal sering mengkritik kebijakan AS di Iraq, namun tidak pernah menganggap kehadiran pasukan AS di sana tidak sah.

Sementara itu di Washington, Kubu Demokrat dalam Kongres tampaknya tidak akan mundur dalam menentang perang Iraq, dengan berkeras Presiden Bush harus menerima penentuan waktu penarikan pasukan sebagai pertukaran pemberian miliaran dolar AS untuk dana perang.

”Kami berharap presiden mengerti bagaimana seriusnya kami,” ujar pemimpin mayoritas Kongres, Harry Reid setelah Senat melakukan pemungutan suara untuk mendukung proposal rancangan dana perang guna penarikan pasukan.

Sementara itu, Presiden George W Bush dalam pertemuan Asosiasi Pengusaha Daging di Washington, Rabu, mengatakan usaha Demokrat untuk menghalangi kebijakan AS di Iraq hanya akan mengganggu strategi militer yang berdampak buruk bagi keamanan AS.

Namun Reid dan parlemen Demokrat lainnya mengatakan tidak akan mendukungnya.

Rancangan undang-undang mendanai operasi di Iraq dan Afghanistan, namun meminta Bush untuk mulai memulangkan pasukan perang secepat mungkin dengan tujuan untuk mengakhiri misi tempur pada 31 Maret 2008.

Parlemen pekan lalu meloloskan rancangan undang-undang serupa dengan hasil 218-212 suara. RUU tersebut memerintahkan pasukan perang untuk ditarik pada tanggal 31 Agustus 2008. [ap/rtr]

Thursday, March 29, 2007

TOP TEN SPOOKY SITES

Ada-ada saja cerita masyarakat, hmmm...saya menjadi tergelitik untuk mengomentari kiriman email yang beredar dimilis-milis beberapa hari belakangan, agar kita tidak terjerumus kedalam kemusyrikan (mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain), semoga kita semakin dewasa menyikapi issue sehingga tidak larut dalam pemikiran yang keliru. Saya pribadi berharap, pembaca tidak mudah percaya terhadap issue ini, yakinlah Allah senantiasa bersama umat-Nya yang sholeh. Insya Allah.

TOP TEN SPOOKY SITES
Inilah sepuluh tempat paling menyeramkan yang melegenda di Jakarta!

RUMAH PONDOK INDAH
Lokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-Sel
Fenomena: Penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.
Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini?
Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum hilang tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi.

Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyak orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.

Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.


TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIK
Lokasi: Di belakang pasar burung Barito Jak-Sel.
Fenomena: Kuntilanak dan genderuwo
Sejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.

Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.


RUMAH KENTANG PRAPANCA
Lokasi: Jln. Dharmawangsa 9, Jak-Sel, persis di sebelah salah satu club terkemuka di daerah ini.
Fenomena: Hantu anak kecil
Sejarah: Konon, di rumah ini ada seorang anak kecil yang terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang. Apabila Anda sedang 'mujur' dan lewat di depan rumahnya, Anda dapat mencium aroma kentang rebus dan mendengar suara anak kecil menangis.

Testimonial: Agip (24) sudah menjaga kios rokok di depan rumah ini sejak tahun 1997. Agip mengaku sering mencium aroma kentang rebus, terutama menjelang malam, meskipun rumah kosong ini sempat ramai karena disewa oleh ekspatriat.


LINTASAN KERETA BINTARO
Lokasi: Bintaro, Jakarta Selatan
Fenomena: Makhluk menyeramkan korban tabrakan kereta
Sejarah: Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro. Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angker karena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.

Testimonial: Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996. Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut sarung hitam. Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut diadakan pemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel.


JEMBATAN ANCOL
Lokasi: Jembatan Ancol (eks jembatan goyang), Pantai Ancol, dan daerah lain sekitar Ancol, Jak-Ut
Fenomena: Siti Ariah Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca)
Sejarah: Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambar setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Mitos ini sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahu pernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-malam ddan membayar pendayung tersebut dengan daun. Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.

Testimonial: Anshori (38), penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat. Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat, Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang. Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu, Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar.


KLENDER
Lokasi: Klender, Jak-Tim
Fenomena: Makhluk korban kebakaran kerusuhan Mei 1998.
Sejarah: Saat kerusuhan Mei tahun 1998, ada salah satu pertokoan di daerah Klender yang dijarah dan dibakar massa. Kebakaran ini menyebabkan ratusan korban jiwa, di antaranya pegawai pertokoan, pengunjung, dan para penjarah. Usai kerusuhan tersebut, dilaporkan banyak kejadian aneh, misalnya, segerombolan orang menyetop angkot di depan pertokoan, ketika sudah jalan sekitar 100 meter, semua penumpang angkot tersebut wajahnya berubah menjadi hangus. Semenjak pertokoan ini dibangun dan ramai kembali di tahun 2000, sudah tidak banyak lagi kejadian mistis di sekitarnya. Ini mungkin juga karena warga masih menghormati dan memperingati hari berkabung setiap tanggal 14 Mei.

Namun demikian, menurut penuturan warga, jika Anda duduk sendiri di sebelah booth telepon koin di halaman pertokoan pada malam Jumat pukul 1 pagi, Anda akan ditemani oleh sosok lain di dekat Anda. Dahulu, sekitar 15 jenazah korban kerusuhan sempat ditampung sebelum dievakuasi di sekitar telepon umum tersebut.

Testimonial: Ali (21) warga asli Klender, pada 2002, bersama dua orang sepupunya melakukan ghost-hunting di basement salah satu pertokoan di daerah Klender. Saat itu hari Rabu malam, ia membakar kemenyan dan madat, serta membawa sesajen berupa kopi hitam. Sekitar jam 2 pagi tercium bau daging terbakar yang sangat menyengat. Tak berapa lama kemudian, muncullah dua sosok makhluk; yang satu penuh darah di sekujur tubuhnya, yang satu lagi hangus terbakar dengan tubuh yang tak lengkap.


TEROWONGAN CASABLANCA
Lokasi: Jln. Basuki Rachmat, Jak-Tim
Fenomena: Sosok menyeberang jalan, di antaranya nenek-nenek bersama cucunya dan perempuan cantik.
Sejarah: Dibangun di atas tanah pekuburan, terowongan Casablanca terbilang angker. Menurut beberapa warga Casablanca, ketika pembongkaran kuburan tersebut, bahkan ada 1 jenazah yang masih utuh. Dari terowongan Casablanca sampai kira-kira radius 40 meter sesudahnya, banyak terjadi kecelakaan yang penyebabnya tidak masuk akal. Biasanya karena pengendara motor atau mobil melihat sesosok perempuan tiba-tiba menyeberang di hadapan kendaraannya, sehingga pengemudi kendaraan tiba-tiba banting setir dan menabrak pembatas jalan. Menurut warga, ada baiknya ketika melewati terowongan ini, pengemudi kendaraan membunyikan klakson untuk "menyapa" penghuni terowongan. Akhir tahun 90-an, seorang laki-laki separuh baya ada yang menggantung diri dengan spanduk di sini. Jadilah tempat ini semakin angker.

Testimonial: Menurut Ibu Yati Mustofa (43), warga yang tinggal di dekat terowongan Casablanca, warga kerap mendengar suara tangisan, ketika sumber bunyi dihampiri, suara itu berpindah-pindah.


LUBANG BUAYA
Lokasi: Pondok Gede, Jak-Tim
Fenomena: Arwah korban G.30S dan aura penyiksaan yang masih terasa.
Sejarah: Pada 30 September 1965, ditemukan jenazah 6 brang jenderal dan seorang letnan TNI dikubur di dalam sumur ini. Di sebelah sumur tersebut, terdapat ruang yang 7 di dalamnya terisi patung patung patung replika dan terdengar suara yang menceritakan penyiksaan terhadap ketujuh pahlawan tadi. Di sebelah ruangan tadi terdapat dua rumah lengkap dengan perabot asli. Rumah-rumah tadi disebut sebagai pos komando dan dapur umum pasukan PKI. Kemudian, dibangunlah Monumen Pancasila Sakti untuk menghormati jasa ketujuh pahlawan tadi.

Testimonial: Hartono (48), warga Lubang Buaya, sudah tak asing lagi dengan cerita penampakan di sekitar lokasi museum dan sumur. Dia banyak mempunyai teman yang bercerita pernah melihat sosok kuntilanak bila melewati daerah Lubang Buaya di malam hari. Namun dia tak pernah menyaksikan sendiri. Seorang petugas penjaga loket Sumur Maut yang tidak mau disebutkan namanya mengaku pernah mendengar suara derap sepatu boots seperti tentara yang sedang berbaris di suatu malam


TPU JERUK PURUT
Lokasi: Kelurahan Jeruk Purut, Jak-Sel
Fenomena: Pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak-laki, and if you're lucky , Pastur Kepala Buntung.
Sejarah: Pada tahun 1986, seorang penjaga makam TPU Jeruk Purut yang sedang jaga malam melihat sesosok pastur tak berkepala melintas di antara makam. Pastur itu menenteng kepalanya sendiri dan di belakangnya, ikut seekor anjing. Konon, pastur ini "salah pulang". Ia mencari-cari makamnya yang sebenarnya berada di unit Kristen TPU Tanah Kusir, sedangkan di TPU Jeruk Purut hanya ada unit Islam. Sapri Saputra, penjaga makam yang melihat pastur kepala buntung itu, hingga kini masih menjaga makam dan dianggap kuncen atau orang yang dituakan di TPU Jeruk Purut. Kesaksian Bapak Sapri ini kemudian menyebar luas se-Jakarta dan hingga kini "Sang Pastur Kepala Buntung" menjadi legenda horor di Jeruk Purut. Konon, jika Anda ingin menemui pastur legendaris ini, Anda harus datang pada malam Jumat dengan jumlah ganjil (sendiri atau bertiga).

Testimonial: Sejak kecil, Asmari (34), juniornya Bapak Sapri, telah terbiasa tinggal di areal pemakaman Jeruk Purut. Ayahnya adalah pegawai Pemda yang bekerja di sana. Semenjak lulus SD (1986), Asmari menjadi pengurus makam non-karyawan TPU Jeruk Purut mengikuti jejak ayahnya. Menurut Asmari, pengalaman bertemu dengan makhluk-makhluk gaib merupakan hal yang biasa baginya; mulai dari pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak laki, dan lain-lain. Akan tetapi, hingga saat ini dia belum pernah bertemu dengan Sang Pastur Kepala Buntung. "Yang paling jahil itu kuntilanak-laki," tutur Asmari. Ketika sedang ronda, Asmari pernah ditimpuki kerikil dari atas pohon melinjo oleh makhluk ini. Tapi, dari semua pengalaman Asmari bertemu dengan makhluk gaib, yang paling menarik adalah ketika bertemu dengan tuyul. Pada suatu hari menjelang malam di tahun 1986, Asmari hendak pulang ke rumah bersama ayahnya. Mereka melihat seorang anak kecil telanjang bulat berlarian di antara makam sambil tertawa-tawa. Anak itu lalu berteriak meminta uang pada Asmari. Asmari heran karena anak itu tak dikenalnya, sementara ia mengenal semua penduduk di kampung belakang Jeruk Purut. Dulu memang hanya ada satu kampung yang penduduknya tidak terlalu banyak. Ketika ditanya latar belakangnya, anak kecil mi malah lari ke dalam keramat, sebuah rumah makam tradisional Betawi. Asmari mengikutinya hingga ke dalam keramat dan, bisa ditebak, anak itu menghilang.


RS DI JALAN SALEMBA
Lokasi: RS di Jln. Salemba, Jak-Pus
Fenomena: Suster ngesot
Sejarah: Konon di sinilah asal-usul Suster Ngesot. Selain itu, banyak juga kasus penampakan yang terjadi di bangunan rumah sakit yang cukup tua ini.

Testimonial : Menurut petugas Secure Parking yang tidak mau disebutkan namanya, setiap malam sekitar pukul 2 pagi, sering ada yang mengetuk pos pintu masuk yang terletak di dekat rumah duka. Namun ketika dicek, tidak ada siapa-siapa. Di UGD sering terdengar bunyi orang main air, ketika dicek juga tidak ada siapa-siapa. Para satpam yang berjaga malam pernah menemui sosok perempuan. Ketika melihat sosok ini, mereka seperti tersihir dan tidak bisa berteriak atau lari hingga perempuan ini lewat.

Benar atau tdknya tergantung anda menyikapinya....waspadalah......waspadalah..........alaaaah bang Napi banget deh.........

Gagasan Nurcholish tentang Sekularisasi Adopsi Harvey Cox


Rabu, 28 Maret 2007
Gagasan almarhum Nurcholish Madjid tentang tentang sekularisasi, merupakan adopsi dari pemikiran Harvey Cox dalam buku “The Secular City”

Hidayatullah.com—Demikianlah hasil diskusi Sabtuan INSISTS, pada tanggal 24 Maret 2007 kemarin. Dalam diskusi bertena membedah “Ensiklopedi Nurcholish Madjid” itu tampil sebagai pembicara utama Adnin Armas, MA, Direktur Eksekutif INSISTS.

Dalam pemaparannya, Adnin menyatakan para pendukung sekularisasi Nurcholish sering menuduh para pengkritik Nurcholish salam-paham terhadap gagasan sekularisasi Nurcholish. Padahal, menurut Adnin, sumber utama kesalah-pahaman gagasan sekularisasi disebabkan oleh pemikiran Nurcholish Madjid yang ambigu.

Adnin menyatakan, Nurcholish menyampaikan gagasannya tentang sekularisasi makalah yang berjudul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”, pada tanggal 2 Januari 1970.

Dalam tulisan yang sangat ringkas itu, Nurcholish memaparkan perlunya sekularisasi dan perbedaan antara sekularisasi dan sekularisme. Menurut Adnin, sebenarnya gagasan Nurcholish tentang sekular, kata Adnin, merupakan adopsi pemikiran Harvey Cox dalam The Secular City. Sayangnya, menurut Adnin, hingga beliau sudah tak ada, Nurcholish tetap tidak menyebutkan sumber dari pemikirannya dalam artikel itu.

Menentang Keras

Adnin juga menjelaskan, disebabkan ideologi sekular bertentangan dengan agama Islam, maka para tokoh-tokoh Islam pada saat itu menentang keras pemikiran Nurcholish, yang pada saat itu baru berusia 31 tahun.

Bahkan untuk membela pendapatnya, Nurcholish menulis 2 artikel pada tahun 1972 yaitu Beberapa Catatan Sekitar Masalah Pembaruan Pemikiran Dalam Islam dan Sekali Lagi Tentang Sekularisasi.

Dalam artikel ringkas Beberapa Catatan Sekitar Masalah Pembaruan Pemikiran Dalam Islam, Nurcholish menjustifikasi gagasan sekularisasi dari sisi etimologis. Menurut Nurcholish, dari sisi bahasa, sekular artinya zaman sekarang ini. Oleh sebab itu, manusia adalah makhluk sekular. Nurcholish menegaskan, hal ini bukan saja benar secara istilah, melainkan juga secara kenyataan.

Dengan menjadikan makna literal sekular sebagai argumentasinya, Nurcholish menjadikan gagasan sekularisasinya ambigu. Sebabnya, Nurcholish telah mencampur-adukkan persoalan konsep (terminologis) dengan etimologis (bahasa). Padahal, persoalan utama dalam sekularisasi adalah konsep yang inheren dalam ideologi sekular.

Menurut Adnin, Ahmad Wahib menyadari kekeliruan gagasan sekularisasi Nurcholish yang simplistik itu. Adnin menunjukkan buku “Catatan Harian Ahmad Wahib” yang menulis, “Adalah kurang terus terang bila Nurcholsih mengartikan secular semata-mata dengan dunia atau masa kini dan sekedar mengatakan bahwa semua yang ada kini dan di sini adalah hal-hal secular: nilai sekular, masyarakat sekular, orang sekular dan lain-lain.” (Ahmad Wahib, 1981: 83).

Dalam artikel Sekali Lagi Tentang Sekularisasi, yang terbit pada tahun 1972, Nurcholish menjustifikasi sekularisasi dengan konsep Tauhid, manusia sebagai khalifah Tuhan, perbedaan Hari Dunia dan Hari Agama dan makna yang terkandung dalam ar-Rahman dan ar-Rahim. Adnin menilai penafsiran Nurcholish terhadap Tauhid sebagai konsekwensi dari Tauhid terlalu simplistik. Adnin menyatakan memang terdapat persamaan antara ajaran Islam dengan ideologi sekular dalam penolakan terhadap takhyul dan khurafat. Namun, kesamaan tersebut sama sekali tidak menjadikan sekularisasi itu adalah konsekwensi dari Tauhid. Adnin mengibaratkan gagasan Nurcholish bagaikan seseorang yang menyatakan manusia adalah monyet karena antara manusia dan monyet memiliki persamaan-persamaan.

Menurut Adnin, pendapat Nurcholish semakin ambigu ketika menjustifikasi gagasannya dengan membedakan sekularisasi secara filsofis dan sosiologis. Nurcholish menyatakan perbedaan tersebut pada tahun 1985 dalam artikelnya Sekularisasi Ditinjau Kembali. Dalam artikel tersebut, yang ditulis setelah15 tahun dari tulisan pertama pada tahun 1970, Nurcholish mengutip pendapat Talcoot Parsons dan Robert N. Bellah.

Adnin menilai Nurcholish telah memperbarui gagasannya. Pada awalnya, Nurcholish mengadopsi pendapat Harvey Cox yang gagasan sekularisasinya penuh dengan makna teologis. Selanjutnya, ia mengembangkan sekularisasi dengan makna sosiologis. Padahal, menurut Adnin, terdapat keterkaitan yang kuat antara makna sosiologis dan teologis. Teologi sekular tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial masyarakat modern. Evolusi gagasan sekular dalam pemikiran Nurcholish sayangnya masih diabaikan oleh para pengikutnya. Padahal, kesimpulan Adnin, genealogi gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid menunjukkan gagasan sekular Nurcholish adalah ambigu, dan inilah yang menjadi sumber kesalah-pahaman. [cha]

Islam di Papua, Sejarah yang Terlupakan


Selasa, 27 Maret 2007
Islam masuk lebih awal sebelum agama lainnya di Papua. Namun, banyak upaya pengaburan, seolah-olah, Papua adalah pulau Kristen. Bagaimana sejarahnya?

Upaya-upaya pengkaburan dan penghapusan sejarah dakwah Islam berlangsung dengan cara sistematis di seantero negeri ini. Setelah Sumetera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku diklaim sebagai kawasan Kristen, dengan berbagai potensi menariknya, Papua merupakan jualan terlaris saat ini. Papua diklaim milik Kristen!

Ironis, karena hal itu mengaburkan fakta dan data sebenarnya di mana Islam telah hadir berperan nyata jauh sebelum kedatangan mereka (agama Kristen Missionaris). Berikut catatan Ali Atwa, wartawan Majalah Suara Hidayatullah dan juga penulis buku “Islam Atau Kristen Agama Orang Irian (Papua)” tentang Islam di Bumi Cenderawasih bagian pertama:

***

Menurut HJ. de Graaf, seorang ahli sejarah asal Belanda, Islam hadir di Asia Tenggara melalui tiga cara: Pertama, melalui dakwah oleh para pedagang Muslim dalam alur perdagangan yang damai; kedua, melalui dakwah para dai dan orang-orang suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir; dan ketiga, melalui kekuasan atau peperangan dengan negara-negara penyembah berhala.

Dari catatan-catatan yang ada menunjukkan bahwa kedatangan Islam di tanah Papua, sesungguhnya sudah sanggat lama. Islam datang ke sana melalui jalur-jalur perdagangan sebagaimana di kawasan lain di nusantara.

Sayangnya hingga saat ini belum ditentukan secara persis kapan hal itu terjadi. Sejumlah seminar yang pernah digelar seperti di Aceh pada tahun 1994, termasuk yang dilangsungkan di ibukota provinsi Kabupaten Fakfak dan di Jayapura pada tahun 1997, belum menemukan kesepakatan itu. Namun yang pasti, jauh sebelum para misionaris menginjakkan kakinya di kawasan ini, berdasarkan data otentik yang diketemukan saat ini menunjukkan bahwa muballigh-muballigh Islam telah lebih dahulu berada di sana.

Aktivitas dakwah Islam di Papua merupakan bagian dari rangkaian panjang syiar Islam di Nusantara. Menurut kesimpulan yang ditarik di dalam sebuah seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia, Medan 1963, Islam masuk ke Indonesia sudah sejak abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Di mana daerah pertama yang didatangi oleh Islam adalah pesisir Utara Sumatera, dan setelah berkembangnya para pemeluk Islam, maka kerajaan Islam yang pertama di Indonesia ialah Kerajaaan Perlak, tahun 840.

Perkembangan agama Islam bertambah pesar pada masa Kerajaan Samudera Pasai, sehingga menjadi pusat kajian Agama Islam di Asia Tenggara. Saat itu dalam pengembangan pendidikan Islam mendapatkan dukungan dari pimpinan kerajaan, sultan, uleebalang, panglima sagi dan lain-lain. Setelah kerajaan Perlak, berturut-turut muncul Kerajaan Islam Samudera Pasai(1042), Kerajaan Islam Aceh(1025), Kerajaan Islam Benua Tamiah(1184), Kerajaan Islam Darussalam(1511).

Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa sebelum tahun 1416 Islam sudah masuk di Pulau Jawa. Penyiaran Islam pertama di tanah jawa dilakukan oleh Wali Songo (Wali Sembilan). Yang terkenal sebagai orang yang mula-mula memasukkan Islam ke Jawa ialah Maulana Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419. Ketika Portugis mendaratkan kakinya di pelabuhan Sunda Kelapa tahun 1526, Islam sudah berpengaruh di sini yang dipimpin oleh Falatehan. Putera Falatehan, Hasanuddin, pada tahun 1552 oleh ayahnya diserahi memimpin banten.

Di bawah pemerintahannya agama Islam terus berkembang. Dari Banten menjalar ke Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. Juka di pula Madura agama Islam berkembang.

Pada pertengahan abad ke-16 penduduk Minangkabau memeluk Islam begitu juga di Gayo Sumatera Utara. Ketika Sultan Malaka terakhir diusir oleh Portugis, ia menetap di Pulau Bintan, yang kala itu sudah menjadi negeri Islam(1511).

Pada tahun 1514, sebagian penduduk Brunai di Kalimantan sudah memeluk agama Islam. Bahkan pada tahun 1541, raja Brunai sendiri masuk Islam. Di Kalimantan Barat, Sambar, yang menjadi bawahan negeri johor, penduduknya sudah masuk Islam pada pertengahan abad ke-16. Di bagian selatan Kalimantan yang tadinya merupakan wilayah kekuasaan Kejaraan Majapahit, setelah Majapahit ditaklukan oleh Kerajaan Islam Demak. Masuknya Islam di Banjarmasin sekitar tahun 1550, dan pada tahun 1620 di Kotawaringin telah terdapat seorang raja yang memeluk agama Islam.

Pada tahun 1600 Kerajaan Pasir dan Kutai telah menjadi daerah Islam. Seabad kemudian menyusul Kerajaan Berau dan Bulungan. Di Sulawesi raja Goa tahun 1603 masuk Islam. Selanjutnya raja Goa mengislamkan daerah-daerah di sekitarnya seperti Bone[1606], Soppeng[1609], Bima(1626), Sumbawa(1626) juga Luwu, Palopo, mandar, Majene menjadi daerah Islam.

Di wilayah Sulawesi Utara mulai dari Mandar sampai Manado pada pertengahan abad ke -16 menjadi bawahan Kerajaan Ternate yang rajanya adalah seorang Muslim. Atas ajakan raja Ternate, raja Bolaang Mongondow memeluk Islam. Terus ke timur di kepulauan Maluku pada mula abad ke-16 telah memiliki kerajaan Islam yakni kerajaan Bacan. Muballigh dari kerajaan Ini terus mendakwahkan Islam ke kawasan tetangganya di Papua melalui jalur perdagangan.

Sejak Zaman Kerajaan Majapahit

Seorang Guru Besar Bidang Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Dr. Moehammad Habib Mustofo, yang sekaligus Ketua Asosiasi Ahli Epigrafi Indonesia (AAEI) Jawa Timur menjelaskan bahwa dakwah Islam sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Apalagi dengan diketemukanya data artefakt yang waktunya terentang antara 1368-1611M yang membuktikan adanya komunitas Muslim di sikitar Pusat Keraton Majapahit, di Troloyo, yakni sebuah daerah bagian selatan Pusat Keraton Majapahit yang waktu itu terdapat di Trowulan.

Situs Islam di Troloyo sudah dikenal sejak abad XIX, namun para ilmuwan meragukan kepentingan nisan-nisan itu sebagai salah satu sumber primer yang penting berkaitan dengan islamisasi di Jawa. L.W.C. van den Berg, pada laporannya tertanggal 1 Februari 1887 tentang data epigrafi Arab di Situs Troloyo meragukan keasliannya, karena tulisan Arabnya yang kasar dan banyak salah tulis. Selanjutnya ia berpendapat bahwa inskripsi Arabnya dengaja ditambahkan kemudian pada artefak yang berisi tahun saka itu (Damais, 1957:365).

Pendapat lain dikemukakan oleh Veth, yang memperkirakan bahwa nisan-nisan tersebut berasal dari bagu candi. N.J. Krom menyatakan sittus Troloyo tidak mempunyai nilai arkeologis(Krom, 1923:184).

Sikap para sarjana terhadap temuan di Troloyo tersebut mulai berubah sejak tahun 1942. W.F. Stuterheim yang menjabat sebagai kepala Oudheidkundig Diens, menjelang

penduddukan Jepang di Indonesia mengajak L.C. Damais ke Situs Troloyo. Stuterhem mengharapkan temuan Damais, yang seorang antropolog berkebangsaan Perancis itu akan menambah pengetahuan baru dalam arkeologi Islam. Hasil penelitian Damais itu baru dipublikasikan pada tahun 1957.

Dari hasil penelitian Damais didapat pandangan yang menarik karena di sana didapati suatu interaksi antara komunitas Muslim saat itu dengan para penganut Hindu-Budha di bawah pemerintahan Majapahit.

Kesimpulan tersebut didasarkan atas studi huruf Jawa kuno dalam konteks makam Islam di daerah Troloyo tertulis tahun 1368-1611M. Kajian tentang huruf yang terdapat pada nisan Islam di Troloyo tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk angka Jawa kuno dipengaruhi oleh bentuk tulisan Arab yang serba tebal dan besar.

Kajian leh L.C. Damais dan de Casparis dari sudut paleografi membuktikan bahwa telah terjadi saling pengaruh antara dua kebudayaan yang berbeda (yakni antara Hindu-Budha-Islam) pada awal perkembangan Islam di Jawa Timur. Melalui data-data tersebut, Habib ingin menjelaskan bahwa sesungguhnya dakwah Islam sudah terjadi terjadi jauh sebelum keruntuhan total kerajaan Majapahit yakni tahun 1527M. Dengan kata lain, ketika kerajaan Majapahit berada di puncak kejayaannya, syiar Islam juga terus menggeliat melalui jalur-jalur perdagangan di daerah-daerah yang menjadi kekuasaan Majapahit di delapan mandala (meliputi seluruh nusantara) hingga malaysia, Brunei Darussalam, hingga di seluruh kepulauan Papua.

Masa antara abad XIV-XV memiliki arti penting dalam sejarah kebudayaan Nusantara, di mana pada saat itu ditandai hegemoni Majapahit sebagai Kerajaan Hindu-Budha mulai pudar. Se-zaman dengan itu, muncul jaman baru yang ditandai penyebaran Islam melalui jalar perdagangan Nusantara.

Melalui jalur damai perdagangan itulah, Islam kemudian semakin dikenal di tengah masyarakat Papua. Kala itu penyebaran Islam masih relatif terbatas di kota-kota pelabuhan. Para pedagang dan ulama menjadi guru-guru yang sangat besar pengaruhnya di tempat-tempat baru.

Sebagai kerajaan tangguh masa itu, kekuasaan Kerajaan Majapahit meliputi seluruh wilayah Nusantara, termasuk Papua. Beberapa daerah di kawasan tersebut bahkan disebut-sebut dalam kitab Negarakertagama, sebagai wilayah Yurisdiksinya. Keterangan mengenai hal itu antara disebutkan sebagai berikut:

"Muwah tang i Gurun sanusanusa mangaram ri Lombok Mirah lawan tikang i Saksakadi nikalun kahaiyan kabeh nuwati tanah i bantayan pramuka Bantayan len luwuk teken Udamakatrayadhi nikang sanusapupul".

"Ikang sakasanusasanusa Makasar Butun Banggawai Kuni Ggaliyao mwang i [ng] Salaya Sumba Solot Muar muwah tigang i Wandan Ambwan Athawa maloko Ewanin ri Sran ini Timur ning angeka nusatutur".

Dari keterangan yang diperoleh dalam kitab klasik itu, menurut sejumlah ahli bahasa yang dimaksud "Ewanin" adalah nama lain untuk daerah " Onin" dan "Sran" adalah nama lain untuk "Kowiai". Semua tempat itu berada di Kaimana, Fak-Fak. Dari data tersebut menjelaskan bahwa pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk wilayah kekuasaan Majapahit.

Menurut Thomas W. Arnold : "The Preaching of Islam”, setelah kerajaan Majapahit runtuh, dikalahkan oleh kerajaan Islam Demak, pemegang kekuasan berukutnya adalah Demak Islam. Dapat dikatakan sejak zaman baru itu, pengaruh kerajaan Islam Demak juga menyebar ke Papua, baik langsung maupun tidak.

Dari sumber-sumber Barat diperoleh catatan bahwa pada abad ke XVI sejumlah daerah di Papua bagian barat, yakni wilayah-wilayah Waigeo, Missool, Waigama, dan Salawati, tunduk kepada kekuasaan Sultan Bacan di Maluku.

Catatan serupa tertuang dalam sebuah buku yang dikeluarkan oleh Periplus Edition, di buku “Irian Jaya”, hal 20 sebuah wadah sosial milik misionaris menyebutkan tentang daerah yang terpengaruh Islam. Dalam kitab Negarakertagama, di abad ke 14 di sana ditulis tentang kekuasaan kerajaan Majapahit di Jawa Timur, di mana di sana disebutkan dua wilayah di Irian yakni Onin dan Seran

Bahkan lebih lanjut dijelaskan: Namun demikian armada-armada perdagangan yang berdatangan dari Maluku dan barangkali dari pulau Jawa di sebelah barat kawasan ini, telah memiliki pengaruh jauh sebelumnya.

....Pengaruh ras austronesia dapat dilihat dari kepemimpinan raja di antara keempat suku, yang boleh jadi diadaptasi dari Kesultanan Ternate, Tidore dan Jailolo. Dengan politik kontrol yang ketat di bidang perdagangan pengaruh kekuasaan Kesultanan Ternate di temukan di raja Ampat di Sorong dan di seputar Fakfak dan diwilayah Kaimana

Sumber cerita rakyat mengisahkan bahwa daerah Biak Numfor telah menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sultan Tidore.

Sejak abad ke-XV. Sejumlah tokoh lokal, bahkan diangkat oleh Sultan Tidore menjadi pemimpin-pemimpin di Biak. Mereka diberi berbagai macam gelar, yang merupakan jabatan suatu daerah. Sejumlah nama jabatan itu sekarang ini dapat ditemui dalam bentuk marga/fam penduduk Biak Numfor.

Kedatangan Orang Islam Pertama

Berdasarkan keterangan di atas jelaslah bahwa, masuknya Islam ke Papua, tidak bisa dilepaskan dengan jalur dan hubungan daerah ini dengan daerah lain di Indonesia. Selain faktor pengaruh kekuasaan Kerajaan Majapahit, masuknya Islam ke kawasan ini adalah lewat Maluku, di mana pada masa itu terdapat kerajaan Islam berpengaruh di kawasan Indonesia Timur, yakni kerajaan Bacan.

Bahkan keberadaan Islam Bacan di Maluku sejak tahun 1520 M dan telah menguasai beberapa daerah di Papua pada abad XVI telah tercatat dalam sejarah. Sejumlah daerah seperti Waigeo, Misool, Waigama dan Salawati pada abad XVI telah mendapat pengaruh dari ajaran Islam. Melalui pengaruh Sultan Bacan inilah maka sejumlah pemuka masyarakat di pulau-pulau tadi memeluk agama Islam, khususnya yang di wilayah pesisir. Sementara yang dipedalaman masih tetap menganut faham animisme.

Thomas Arnold yang seorang orientalis berkebangsaan Inggris memberi catatan kaki dalam kaitannya dengan wilayah Islam tersebut: “…beberapa suku Papua di pulau Gebi antara Waigyu dan Halmahera telah diislamkan oleh kaum pendatang dari Maluku"

Tentang masuk dan berkembangnya syi'ar Islam di daerah Papua, lebih lanjut Arnold menjelaskan: “Di Irian sendiri, hanya sedikit penduduk yang memeluk Islam. Agama ini pertama kali dibawa masuk ke pesisir barat [mungkin semenanjung Onin] oleh para pedagang Muslim yang berusaha sambil berdakwah di kalangan penduduk, dan itu terjadi sejak tahun 1606. Tetapi nampaknya kemajuannya berjalan sangat lambat selama berabad-abad kemudian..."

Bila ditinjau dari laporan Arnold tersebut, maka berarti masuknya Islam ke daerah Papua terjadi pada awal abad ke XVII, atau dua abad lebih awal dari masuknya agama Kristen Protestan yang masuk pertama kali di daerah Manokwari pada tahun 1855, yaitu ketika dua orang missionaris Jerman bernama C.W. Ottow dan G.J. Geissler mendarat dan kemudian menjadi pelopor kegiatan missionaris di sana.

Dalam buku "Nieuw Guinea" W.C. Klein menceritakan Sbb; "de Heer Pieterz maakte on 1664 eenwreks naar Onin. Indie raiswaren ook een aantal mensen uitSoematera, Waarin de Heer Abdul Ghafur betrokken is" (Tuan Pieterz pada tahun 1664 melakukan perjalanan ke Onin di mana ikut serta beberapa orang dari Sumatera, termasuk Abdul Ghafur]

Bahkan bila ditelusuri dari catatan pewaris kesultanan Islam di kawasan ini, dapat diketahui bahwa kedatangan Agama Islam sebenarnya lebih tua lagi. (Ali Atwa, penulis buku “Islam Atau Kristen Agama Orang Irian (Papua).”

Tuesday, November 28, 2006

Surat Cinta untuk Jiwa




Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuhu

Surat cinta ini kutujukan untuk diriku sendiri serta saudara-saudariku yg Insya Allah tetap mencintai Allah swt dan RosulNya diatas segalanya. Karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya. Cinta hakiki yg membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yg beda, lebih bermakna dan indah.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa saudara-saudariku yang mulai lelah menapaki jalan-Nya ketika kali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan seorang hamba melainkan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudariku yang kerap kali oleh cinta selain-Nya, yg mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yg terkadang melakukan segalanya bukan karena-Nya. Lalu diruang hatinya yg kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang lain, entah dimana keikhlasan. Maka saat ini kurasakan kekecewaan dan kelelahan karena yg kulakukan tak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan. Padahal Allah tak pernah menanyakan hasil, Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.

Surat ini kutuju-kan juga untuk ruhku dan ruh saudara-saudariku yg mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmatinya. Lalu dimanakah kejujuran diletakan? Dan kini terabaikan sudah secara nurani yang bersih saat ibadah hanyalah rutinitas belaka, saat fisik dan pikiran disibukan oleh dunia, saat wajah menampakan kebahagiaan yang semu. Coba lihat dirimu menangis, tertawa atau merana?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan saudara-saudariku yg sombong, yg terkadang bangga pada dirinya sendiri. Padahal kita menyadari bahwa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan hatiku dan hati saudara-saudariku yang mulai mati, saat tiada getar ketika Asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan terlewat begitu saja, saat tiada rasa berdosa ketika mendzalami diri dan saudaranya.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yg masih memiliki cahaya meskipun sedikit. Jangan biarkan cahaya itu padam, maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah disekelilingnya....

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuhu

Sumber: kiriman seorang kawan disebuah Milis


Peristiwa Siang Itu....(re-write)

Kisah yang pernah saya tulis (9 Mei 2006) di salah satu situs saya yang lain ini, sengaja saya hadirkan kembali di situs ini, untuk mengingatkan saya betapa hidup terlalu cepat berubah.

Betapa tidak,....
tak lama berselang peristiwa siang itu,....
kejadian yang sama terjadi lagi menimpa salah satu keponakan ku.
Di usia yang relatif belia, dia sudah meninggalkan kami sekeluarga menghadap Sang Illahi Robbi.

Dialah Muhammad Fadli Baihaqi alias Adi (1,5 tahun) putra kedua dari pasangan Dwi Nugroho (kakap ke-2 ku) dan Widya Ningsih (kakak ipar), yang harus kami relakan menghadap Sang Khalik di usia yang cukup muda.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 wib tanggal 19 Agustus 2006, setelah seharian berjuang melawan sesak nafas dan kejang-kejang, selang 1 hari pernikahan Latif & Anti sahabat sejati ku di IPB atau bertepatan dengan hari pernikahan Arinaldin & Icha teman kerjaku atau bertepatan dengan Touring HOT BIKERS - 3, ke Garut..

Yang cukup membuat jengkel keluargaku adalah diagnosa dokter disalah satu rumah sakit swasta didaerah tempat kami tinggal mengatakan bahwa Adi mengalami penyakit demam tinggi dan Mencret aneh ??? weleehh.... penyakit macam apa itu....
Padahal buang airnya normal, memang agak sesak nafas.... dugaan kami justru Adi terkena "Tampek" tapi tidak bisa keluar....

Yaa Allah...
Jikalau Adi bisa bicara, niscaya dia akan mengeluh sakit dibagian mana....
tapi kami sadari bahwa, ini sudah takdir dan kehendak Mu, tidak bisa dimundurkan ataupun dimajukan. Kami hanya bisa berdo'a, semoga Ananda bisa istirahat dengan tenang dan menjadi juru selamat di Yaumil Akhir bagi kedua Orang Tuanya, karena Ananda menghadap Sang Khalik di usia muda yang Insya Allah belum menorehkan Dosa.

Innalillahi wa'inna ilaihi Raaji'un
=====

Ketika Allah telah berkehendak... tidak ada satu kekuatan-pun yang dapat merubah ketetapan tersebut.

Berat rasanya aku tulis kisah ini, meskipun tidak secara langsung peristiwa itu berdampak terhadap keseharian hidupku.... namun peristiwa siang itu seakan telah menguak duka lama yang pernah terjadi dalam hidup ini.

Kejadiannya berlangsung cukup singkat, hari sabtu, 6 Mei 2006, pukul 14.30 wib s/d 15.00 wib. Allah telah berkenan memanggil Mas Nas (Nasikhin bin H. Abdul Majid) ke hadirat Illahi Rabbi, dalam usia yang relatif masih muda sekitar 37 tahun.
Inna lillahi wa inna Ilaihi Rajiun.

Mas Nas, demikian biasa aku memanggilnya, adalah seorang suami dari Mba' Sri (kakakku) sekaligus ayah dari dari Muhammad Denys Adam Shiroj (Denys, 5 tahun) dan Muhammad Hafidzan Nur Majid (Hafidz, 1 tahun).

Dalam kesehariannya, Mas Nas cukup aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, namun sejak satu tahun terakhir, kesehatan beliau berangsur-angsur menurun. Secara medic, dokter menyatakan bahwa kondisi Mas Nas komplikasi antara jantung, paru-paru dan ginjal. Dan sehari sebelum kepergiannya... dokter mengatakan Mas Nas menderita penyakit Jantung Coroner. Namun secara non medic, menurut beberapa ustad ada suatu benda aneh (bambu kuning) mulai dari telapak tangan (kanan-kiri) hingga ke jantung. Wallahu'alam bishshowab....

Mudah-mudahan Allah swt, senantiasa memberikan ketenangan dialam kuburnya, dilapang alam kuburnya, dimudahkan segala urusannya, diterangi alam kuburnya dan ditempatkan disisi-Nya bersama para syuhada. Amien

Monday, November 27, 2006

Ingin Tunjukkan Situasi Sebenarnya, Mahakim Islamiah Undang Pemerintah AS Ke SOMALIA!!

Setelah berhasil mengendalikan situasi keamanan di Somalia dan menancapkan kekuasaannya di hampir seluruh wilayah serta memukul mundur pasukan Ethiopia yang ingin mendukung pemerintahan sementara Somalia yang tidak mendapat dukungan rakyat, Federasi Mahakim Islamiah kini mengundang Amerika Serikat agar mengirimkan delegasinya guna memantau dari dekat apa yang sesungguhnya terjadi di negeri itu.!!

Juru bicara FMI, Abdurrahim Modi menjelaskan bahwa bila delegasi itu datang, maka penanggung jawab urusan hubungan internasional, Ibrahim Edo yang memiliki kewarganegaraan Amerika akan menyambut mereka di Mogadishu.!!

Modi menyiratkan, para tokoh Islam ingin membulatkan suara mengenai penolakan mereka terhadap rencana dikeluarkannya keputusan yang kini sedang digulirkan di depan sidang dewan keamanan PBB terkait akan dihapuskannya secara bertahap embargo senjata terhadap Somalia yang sudah dimulai sejak tahun 1992 lalu. Ia menyatakan, “Somalia sekarang ini bukan kekurangan senjata tetapi hanya kekurangan ‘perdamaian.’!!” Ia menegaskan, FMI tidak memiliki masalah dengan pihak Washington dan selalu terbuka untuk berdialog dengan AS. (istod/AS)

Sementara itu, Jumlah Masjid di Jerman Naik 10 Persen dalam Dua Tahun Terakhir dan masih banyak lagi yang sedang dalam tahap pembangunan

Hidayatullah.com--Jumlah masjid di Jerman naik 10 persen dalam dua tahun terahir dan masih banyak lagi yang sedang dalam tahap pembangunan kata Lembaga Pusat Arsip Islam hari Kamis kemarin.

Kepala lembaga tersebut, Salim Abdullah, mengemukakan bahwa warga Muslim di Jerman saat ini dapat mengunjungi 159 masjid, yang dilengkapi kubah dan menara, padahal tahun lalu hanya ada 141 masjid. Selain itu, terdapat 128 masjid dalam tahap pembangunan, kata Abdullah kepada kantor berita Jerman Deutsche Presse-Agentur, yang dilansir AFP.

Data tersebut termasuk dalam hasil kajian, yang akan dipaparkan bulan depan oleh lembaga berpusat di kota Soest itu. Abdullah mengatakan, selain yang dikenal sebagai "masjid klasik", juga terdapat ratusan ruang dan aula untuk menyelenggarakan sholat.

Abdullah memperkirakan jumlah Muslim di Jerman "sekitar satu juta" orang, sedangkan pada awal dasawarsa 1980-an hanya 56 ribu muslim.

Sementara itu, hasil survai pengembang perumahan, yang dikeluarkan Dresdner Bank, menunjukkan jumlah gereja di Jerman terus berkurang, karena penurunan jumlah jemaat serta kurang pendanaan.

Harian "Bild" melaporkan, keuskupan Essen menghentikan pelayanan di 96 dari 350 gereja, karena jemaatnya berkurang.

Sudah ada permohonan agar gereja tersebut digunakan untuk kepentingan lain, kata "Bild".
Menurut Kantor Statistik Pusat, terdapat hampir 30 ribu perkumpulan agama di Jerman dengan jumlah gereja lebih banyak lagi. [ant/cha]

Washington Times: Rusia Cemaskan Pertambahan Drastis Jumlah Kaum Muslimin!!??

Sebuah laporan yang dikeluarkan harian ‘Washington Times, Amerika menjelaskan, turunnya angka kelahiran penduduk asli Rusia dan bertambahnya jumlah kaum imigran yang berasal dari sejumlah republik pecahan eks Uni Sofyet telah menyebabkan pertumbuhan yang mencolok di kalangan masyarakat Islam Rusia di mana pada pertengahan abad ini akan mencapai lebih dari separoh penduduk Rusia.!!??

Paul Glope, spesialis kajian Islam di Rusia sekaligus asisten penelitian di universitas Tarto, Estonia mengatakan, “Rusia melewati masa peralihan agama yang implikasinya akan berimbas kepada masyarakat internasional, bahkan bisa jadi lebih besar ketimbang runtuhnya Uni Sofyet.”

Harian itu menyiratkan, sejumlah etnis sulavi, Rusia mengkhawatirkan negeri mereka akan kehilangan identitasnya yang telah turun-temurun. Kekhawatiran tu terjadi bersamaan dengan kondisi sejumlah kaum Muslimin yang mengalami perlakukan rasial yang meluas dan tidak dihargainya keyakinan mereka.

Masyarakat Islam di Rusia dinilai sangat beragam di mana ada etnis Tatar, Fulja dan beberapa etnis lainnya di utara kawasan Kokaz. Belum lag ditambah dengan kaum imigran baru yang datang dari Asia Tengah. Namun mereka semua sama-sama mengalami angka kelahiran yang sangat tinggi melebihi angka kelahiran etnis Sulavi, Rusia yang mayoritasnya beragama Kristen Orthodoks.

Di Rusia sendiri, sejak tahun 1989, jumlah kaum Muslimin telah bertambah hingga mencapai sekitar 25 juta jiwa. Sebagian pengamat memperkirakan, pada tahun 2015, kaum Muslimin akan menjadi mayoritas di dinas ketentaraan Rusia.!!??

Glope berpendapat, bilamana tidak terjadi perubahan apa-apa selama 30 tahun ke depan, maka tidak diragukan lagi, jumlah warga Rusia yang berasal dari akar Islam akan melampaui jumlah etnis Rusia asli. Keyakinan semacam inilah yang menjadi momok besar bagi sejumlah kalangan etnis Sulavi.

Dalam pada itu, seperti dilansir ‘Washington Times’ dari Alexander Piolov, ketua organisasi ‘Gerakan Anti Imigran Ilegal’ menyatakan, “Dari sisi historis, Rusia adalah tanah Kristen Orthodoks Sulavi. Kami butuh jaminan bahwa kondisinya akan masih seperti ini.!!”

Berbagai aksi permusuhan terhadap sejumlah masjid di Rusia beberapa waktu ini semakin meningkat. Pada bulan September lalu, seorang imam salah satu masjid di kota Kislovodisk, di bagian selatan terbunuh akibat ditembak orang tak dikenal saat keluar rumah.

Rasham Aviasov, juru bicara dewan fatwa Rusia menegaskan, kaum Muslimin memiliki akar sejarah di Rusia. Ia mengatakan, “Dulu sejak berabad-abad, kami merupakan bagian dari Rusia.” Ia menamahkan, “Tidak benar klaim bahwa Rusia adalah negara Kristen. Orang yang mengatakan demikian boleh jadi ia buta sejarah atau pura-pura buta.!!” (ismo/AH)

Dilarang Dirikan Masjid, Kaum Sunni Teheran Bertekad...

Dilarang Dirikan Masjid, Kaum Sunni Teheran Bertekad Selenggarakan Shalat Jum’at Di Taman-Taman Umum
Selasa, 21 Nopember 06

Malang nian nasib kaum Sunni di Iran, khususnya di ibukota, Teheran. Betapa tidak, sejak hampir 20 tahun, belum satu masjid pun diperkenankan bagi mereka untuk mendirikannya. Klaim pemerintah yang islami dan toleran, ternyata hanya lips service belaka.!!??

Kaum Sunni di ibukota Iran, Teheran memutuskan untuk mengadakan shalat Jum’at di taman-taman umum. Ini merupakan sebuah langkah berani sekaligus tantangan terbuka terhadap pemerintah yang ‘mengharamkan’ mereka melaksanakan hak untuk mendirikan masjid tersendiri. Kaum Sunni Iran telah mengumumkan di ibukota, Teheran bahwa mereka memutuskan penyelenggaraan shalat Jum’at di taman-taman di ibukota akan dimulai Jum’at yang akan datang. Mereka menegaskan, shalat ini akan didirikan setiap pekan di taman tertentu. Hal ini mereka putuskan setelah biasanya mereka menyelenggarakan shalat Jum’at atau pun shalat lima waktu di sekolah pribadi milik kedutaan Pakistan atau kedutaan Arab Saudi.

Setelah lokasi sekolah Pakistan berubah dan berbagai tekanan dilakukan aparat keamanan terhadap mereka yang ikut menunaikan shalat Jum’at di kedubes Arab Saudi, kaum Sunni di Teheran terpaksa mengambil keputusan untuk menyelenggarakan shalat Jum’at di taman-taman umum di ibukota, Teheran.

Sebuah keterangan yang berasal dari kantor penerangan luar negeri partai Nahdhah Arabi, yang didirikan warga Sunni di kawasan Ahwaz seperti yang dinukil dari Dr Jalal Jalali, mantan wakil kaum Sunni di parlemen Iran menyatakan, sejak lebih dari 20 tahun lalu, kaum Sunni masih menunggu persetujuan pemerintah Iran atas izin mendirikan masjid bagi mereka. Namun sangat ironis, semua upaya-upaya itu gagal. Hal inilah yang mendorong kaum Sunni di Teheran untuk mengambil langkah tersebut dengan harapan dapat menjadi sarana untuk meyakinkan pemerintah Iran sehingga mau meninjau kembali sikapnya yang membatu selama ini.!!??

Menyikapi diambilnya langkah tersebut, sejumlah sumber terpercaya memperkirakan, pemerintah Iran akan melarang kaum Sunni merealisasikannya. Sebab bila hal itu terjadi, maka akan menjadi preseden buruk bagi citra rezim berkuasa di Iran yang mengklaim sebagai pemerintahan yang Islami dan memperlakukan sama antar sesama warga negaranya padahal realitasnya melarang warga Sunni untuk mendirikan satu masjid saja di ibukota Teheran.!?

Juru bicara kaum Sunni di kawasan Ahwaz memuji keputusan kaum Sunni di Teheran tersebut dan menyebutnya sebagai langkah berani yang dapat menelanjangi pemerintahan Iran dan menyingkap kepalsuan klaim bohongnya sebagai pembela permasalahan kaum Muslimin di mana di baliknya justeru bertujuan untuk menyembunyikan politik rasialis dan sektariannya terhadap warga negaranya dari lain etnis dan lain madzhab di Iran. (ismo/AS)

Para Uskup Katholik Minta VATIKAN Izinkan Mereka Menikah!!??

Sejumlah uskup Katholik Barat menuntut diizinkan menikah menyusul kebijakan yang telah diberikan kepada para uskup Katholik Timur dan uskup gereja Anglican yang berpindah ke sekte Katholik.

Situs BBC menegaskan, paus Vatikan, Benediktus XVI telah bertemu dengan para penesehat besarnya untuk mendiskusikan permintaan yang diajukan para uskup Katholik yang berharap diperbolehkan untuk menikah.

Saat mendiskusikan permintaan itu, Benediktus XVI menyinggung masalah kepala gereja Katholik di Gambia, uskup Emanuel Milenggo yang sudah menikah dan diusir dari gereja gara-gara mengangkat empat pendeta yang sudah menikah sebagai uskup di Amerika Serikat.!!??

Uskup Emanuel telah menikah dengan seorang wanita asal Korea. Dan setelah ia tinggalkan wanita tersebut, kini ia ‘rujuk’ kembali dan menyerukan dibolehkannya para uskup menikah karena khawatir mereka tergelincir ke dalam tindakan asusila.!?

Sebuah organisasi bernama ‘Organisasi Para Uskup Menikah Sekarang’ yang didirikan Emanuel merencanakan untuk mengadakan pertemuan dengan lebih dari seribu uskup Katholik yang telah menikah di New York bulan depan.

Seperti diketahui, kewajiban melajang bagi para uskup telah menyebabkan terjadinya berbagai skandal asusila karena banyak di antara para uskup tersebut melakukan penyimpangan seksual. Akibatnya pada beberapa tahun terakhir ini, ribuan pendeta meninggalkan gereja Katholik hanya karena ingin menikah.!!?? (ismo/AS)

MENCEGAH UPAYA SEKULARISASI PANCASILA

Oleh: K.H Ma'ruf Amin Maklumat ke-Indonesia-an yang digagas oleh sejumlah orang dalam simposium nasional di Fisip UI yang lalu, dengan ...