Ads

Wednesday, May 31, 2006

JIL Tertangkap Basah-edit


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuhu

Subhanallah.... Allah Swt telah mengingatkan saya melalui tulisan seorang sahabat, agar kita senantiasa tetap mengedepankan sifat berbaik sangka (husnudzon) terhadap siapapun dan sebaliknya menjauhi su'udzon.

Teman-teman, tanpa bermaksud menghakimi pihak lain... sekelumit tulisan seorang teman (maaf sampai saat ini, saya belum meminta ijin untuk mempublikasikannya dalam blog saya) mengenai JIL (Jaringan Islam Liberal) kembali tertangkap basah melakukan penipuan terhadap umat Islam, ini semoga bisa memberikan nuansa yang berbeda yang mungkin telah teman dapatkan dari sumber lain.

Akhirnya, saya hanya berharap... siapapun anda agar bisa melihat suatu permasalahan dengan lebih objektif, jujur, tidak menutup-nutupi kebenaran dari kebohongan dan senantiasa selalu menjaga diri, hati, lisan dan pikirannya.

Bukankah Allah Swt telah mengingatkan kita didalam QS. As-Shaff, 61:7 "Dan siapakan yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (Agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".

Berikut tulisan-nya, silahkan.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuhu

Dedy Kustyono
====

Ceritanya dimulai ketika saya me-reply komentar Fina di sebuah artikel disini. Kemudian saya baru menyadari, bahwa kutipan tersebut sudah dilenyapkan dari artikel aslinya di situs JIL !

Padahal, Gus Dur telah menuntut koran Duta Masyarakat sebesar 100 milyar rupiah, karena mengutip ucapan tersebut, dan dianggap ini cuma fitnah - dan sebagai bukti adalah artikel di situs islamlib.com tersebut yang sudah di edit (yang sebetulnya Gus Dur memang betul mengatakan demikian).

Saya kemudian meluangkan waktu untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut.
Saya teliti di archive.org, ternyata mereka belum sempat mengarsip artikel JIL tersebut. Saya coba juga di Google, ternyata mereka telah meng-update artikel tersebut, sehingga copy mereka juga sudah tidak mengandung ucapan dari Gus Dur lagi.

Namun ketika saya search di Yahoo, ternyata arsip artikel IslamLib.com disitu masih menampilkan kutipan Gus Dur yang meledek Al-Quran sebagai kitab paling porno di dunia.
Karena ini akan berubah lagi jika Yahoo telah meng-update database mereka dengan artikel JIL yang terbaru, maka saya segera menyimpan screenshot-nya sebagai bukti.Bisa dilihat disini.

Kini jelas bahwa modus operandi GD & JIL dalam kasus ini sangat mirip seperti yang dilakukan oleh Tomy Winata versus Bambang Harymurti, yaitu menteror kebebasan pers di Indonesia.
Saya sekarang sedang berusaha mengkontak koran Duta Masyarakat untuk menginformasikan mereka mengenai hal ini. Monggo jika ada yang bisa membantu.

OK JIL, setelah berbagai kelicikan yang Anda lakukan ( [ 1 ] - [ 2 ]), sekarang ini — what’s next ?Slogan Anda (mencerahkan, membebaskan) sepertinya sudah perlu diganti, karena sudah tidak cocok lagi.

Mengubah artikel sendiri, lalu menuntut orang lain yang mengutipnya - wow, that’s REALLY low.

Tuesday, May 30, 2006

JIL Tertangkap Basah

JIL (Jaringan Islam Liberal) kembali tertangkap basah melakukan penipuan terhadap umat Islam.

Ceritanya dimulai ketika saya me-reply komentar Fina di sebuah artikel disini. Kemudian saya baru menyadari, bahwa kutipan tersebut sudah dilenyapkan dari artikel aslinya di situs JIL !

Padahal, Gus Dur telah menuntut koran Duta Masyarakat sebesar 100 milyar rupiah, karena mengutip ucapan tersebut, dan dianggap ini cuma fitnah - dan sebagai bukti adalah artikel di situs islamlib.com tersebut yang sudah di edit (yang sebetulnya Gus Dur memang betul mengatakan demikian).

Saya kemudian meluangkan waktu untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut.
Saya teliti di archive.org, ternyata mereka belum sempat mengarsip artikel JIL tersebut. Saya coba juga di Google, ternyata mereka telah meng-update artikel tersebut, sehingga copy mereka juga sudah tidak mengandung ucapan dari Gus Dur lagi.

Namun ketika saya search di Yahoo, ternyata arsip artikel IslamLib.com disitu masih menampilkan kutipan Gus Dur yang meledek Al-Quran sebagai kitab paling porno di dunia.
Karena ini akan berubah lagi jika Yahoo telah meng-update database mereka dengan artikel JIL yang terbaru, maka saya segera menyimpan screenshot-nya sebagai bukti.Bisa dilihat disini.

Kini jelas bahwa modus operandi GD & JIL dalam kasus ini sangat mirip seperti yang dilakukan oleh Tomy Winata versus Bambang Harymurti, yaitu menteror kebebasan pers di Indonesia.
Saya sekarang sedang berusaha mengkontak koran Duta Masyarakat untuk menginformasikan mereka mengenai hal ini. Monggo jika ada yang bisa membantu.

OK JIL, setelah berbagai kelicikan yang Anda lakukan ( [ 1 ] - [ 2 ]), sekarang ini — what’s next ?Slogan Anda (mencerahkan, membebaskan) sepertinya sudah perlu diganti, karena sudah tidak cocok lagi.

Mengubah artikel sendiri, lalu menuntut orang lain yang mengutipnya - wow, that’s REALLY low.

Beberapa Pejuang Palestina Gugur Akibat Serangan Rudal Israel

Selasa, 30 Mei 2006 9:12:00
Kota Gaza-RoL-- Satu helikopter bermeriam Israel menembakkan satu rudal selama baku-tembak antara tentara Israel dan petempur Palestina di Jalur Gaza, Senin malam, sehingga menewaskan beberapa orang, kata saksi mata setempat.

Korban jiwa dari kelompok Jihad Islam termasuk di antara sejumlah pejuang Palestina yang berusaha menembakkan rudal ke dalam wilayah Israel. Satu lagi petempur Palestina cedera, kata beberapa saksi mata. Lima warga sipil juga cedera dalam peristiwa itu, termasuk dua staf ambulan, dua wartawan radio dan seorang warga sipil.

Militer Israel mengkonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan tentara telah melihat beberapa petempur sedang berusaha menyiapkan peluncuran roket ke sasaran Israel. Tentara melihat beberapa pejuang dan baku-tembak meletus setelah itu, yang melibatkan penggunaan satu helikopter militer, kata wanita jurubicara militer Israel.

Ia menyatakan itu adalah untuk pertama kali tentara Israel terlibat baku-tembak dengan pejuang Palestina di dalam Jalur Gaza. Tak ada korban jiwa di kalangan militer Israel, katanya. Sementara itu Sa'eed Jouda, kepala bagian gawat darurat di Rumah Sakit Kamal Odwan, mengatakan rumah sakit tersebut menerima satu mayat orang Palestina. Dua mayat lagi dibawah ke rumah sakit lain, katanya.

Abu Ahmed, jurubicara Jihad Islam, mengatakan bentrokan itu meletus ketika beberapa petempur kelompok bersenjata tersebut yang akan menembakkan roket rakitan tiba di daerah itu. Mereka bermaksud meluncurkan roket tersebut ke Israel selatan. Tentara Israel, dengan dukungan helikopter dan kendaraan lapis baja, melepaskan tembakan ke arah mereka, kata beberapa saksi mata.

Wanita jurubicara tentara Israel tersebut mengatakan itu bukan pertama kali tentara Israel memasuki Jalur Gaza setelah Israel mundur dari wilayah pantai tersebut, setelah 28 tahun melakukan pendudukan Agustus lalu dan pada beberapa kejadian sebelumnya tentara Israel menyeberangi pagar pembatas untuk melakukan pengarian. Dalam peristiwa Senin pagi, tentara Israel menembak hingga tewas seorang pria Palestina bersenjata di sepanjang perbatasan Israel-Jalur Gaza, kata beberapa pejabat Israel dan Palestina. ant/reuters/dpa/fif

Poliklinik IPB Bawa Obat-Obatan Anti Biotik dan Anti Inflamasi untuk Korban Gempa

Foto: Dua orang lansia menunggu sumbangan suka rela di ruas jalan desa Plembangan, Bantul,29/5 ( Darmawan)
Selasa, 30 Mei 2006 10:19:00
Bogor-RoL-- Poliklinik Institut Pertanian Bogor (IPB) telah membawa obat-obatan diantaranya anti-biotik dan anti-inflamasi guna membantu penanganan korban bencana gempa bumi di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dilaporkan kini korban tewas telah melampaui angka 5.000 jiwa.

Jurubicara IPB, drh Agus Lelana, SpMP, MSi di Bogor, Selasa menjelaskan, berdasarkan informasi Kepala Poliklinik IPB, dr Sri Budiarti dari lokasi bencana di Yogyakarta, tim medis dari Poliklinik IPB yang terdiri dari dua dokter dan dua perawat sudah bekerja dengan bantuan obat-obatan yang dibawa.

"Pada Selasa dinihari tadi, enam mahasiswa IPB yang menjadi relawan juga telah berangkat ke Yogyakarta," katanya. Agus Lelana juga menjelaskan bahwa kebijakan pimpinan IPB telah memutuskan bahwa mahasiswa IPB yang terkena bencana secara langsung di Yogyakarta akan dibebaskan biaya kuliah hingga selesai masa studinya.

Sebelumnya, Rektor IPB Prof Ahmad Ansori Mattjik, MSc mengemukakan bahwa sebagai wujud solidaritas IPB terhadap bencana alam di Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng) mahasiswa IPB asal dua daerah tersebut, seperti halnya mahasiswa dari Aceh yang terkena bencana juga diberikan bantuan biaya studi hingga lulus.

"Pada dasarnya IPB bukan menggratiskan biaya kuliahnya namun, IPB akan mencarikan sumber-sumber dana untuk membiayai mereka," katanya. Bukan itu saja, dalam membantu korban bencana gempa, IPB juga telah memberangkatkan beberapa mahasiswa dan dokter. "IPB telah memberangkatkan dua orang dokter yaitu, dr Sri Budiarti dan dr Darwati serta dua orang perawat berikut dengan membawa obat-obatan yang cukup untuk 700 orang," katanya.

Sementara, terkait bantuan tanggap darurat di wilayah bencana, Wakil Rektor (WR) IV IPB Dr Ir Asep Saefuddin mengatakan untuk jangka pendek pada bulan pertama hingga keenam akan membangun instalasi air bersih dan rumah tinggal sementara.Sedangkan untuk jangka panjang, di atas bulan keenam, direncanakan akan membangun instalasi air bersih permanen, pembenahan tata ruang serta pembangunan pertanian dalam arti luas.

"Untuk melakukan itu, IPB akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah terkait," katanya. Mengenai jumlah mahasiswa IPB yang terkena dampak gempa, perwakilan Organsisasi Mahasiswaa Daerah (Omda) Klaten, Anton Hadiwibowo mengatakan, terdapat 13 nama mahasiswa yang terkena dampa secara langsung dari 73 mahasiswa Klaten yang aktif sebagai mahasiswa IPB.

"Dari 13 mahasiswa yang terkena bencana terdapat nama Nurwidiyati salah seorang mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) IPB Jurusan Nutrisi Ternak, angkatan 40. Kondisinya dikabarkan cukup buruk karena mengalami retak tulang belakang dan luka pada kepala," kata Anton.

Sedangkan, Fauzan salah seorang perwakilan dari Omda Yogyakarta melaporkan, untuk sementara, kurang lebih 20 orang mahasiswa IPB asal Yogyakarta yang tertimpa bencana. Dari 20 orang itu lima orang sudah berangkat ke Yogyakarta untuk melihat kondisi yang sebenarnya di sana.

"Kabar terakhir dari Yogyakarta ada keluarga dari Mahareni Septiana mahasiswa Fapet yang keluarganya belum dievakuasi dan masih tertimbun hingga saat ini," katanya. Untuk pengumpulan dana, Presiden Mahasiswa IPB, Zaenal Abidin mengatakan, telah mengumpulkan kurang lebih Rp10.800.000 hasil pengumpulan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Omda IPB.

"Selain dari BEM dan Omda kita juga telah mengumpulkan sekitar Rp6,5 juta pada kegiatan Deklarasi BEM se Bogor beberapa waktu lalu," katanya dan menambahkan bahwa bantuan tersebut akan diberikan kepada korban bencana alam melalui Omda-omda IPB bersangkutan. ant/fif

Pascagempa, Presiden Minta Bencana Tak Dipolitisasi

Foto: Aksi pencurian yang memanfaatkan situasi pascagempa di rumah-rumah kosong warga mulai terjadi di beberapa dusun di Kabupaten Bantul.

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak agar tidak memolitisasi upaya penanganan bencana hanya karena pemerintah tidak mengumumkan musibah gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai bencana nasional.

"Saya tidak ingin ini menjadi isu politik. Ini masalah kemanusiaan," kata Presiden di Gedung Agung Yogyakarta, Senin (29/5) malam, seperti dikutip Antara.

Presiden menegaskan hal itu menanggapi komentar sejumlah pihak yang mempertanyakan pemerintah tidak menetapkan musibah gempa ini sebagai musibah nasional meski jumlah korban telah mencapai ribuan orang.

Presiden menegaskan, hendaknya bencana jangan dilihat dengan statusnya, tetapi dari upaya penanganan yang dilakukan sebab sejak hari pertama bencana semua sistem telah bekerja, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah pusat.

Pemerintah pusat dan daerah, ujarnya, telah memfokuskan diri untuk menangani ribuan korban yang meninggal dan luka-luka serta memberikan perawatan dan bantuan yang lengkap dan utuh bagi mereka yang menjadi korban dalam gempa bumi ini.

Rp 30 juta
Di Jakarta Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah akan memberikan bantuan Rp 30 juta per keluarga untuk pembangunan kembali rumah penduduk yang rusak berat. Penduduk yang rumahnya rusak ringan akan dibantu Rp 10 juta per keluarga.

"Warga bisa bekerja sendiri membangun rumahnya secara bergotong-royong dan pemerintah membantunya dengan dana rekonstruksi, yang akan dikucurkan dalam dua tahap. Pemerintah juga telah meminta manajemen PT Semen Gresik untuk membuka kios-kios semen di kawasan bencana. Begitu pula pabrik asbes dan seng supaya membuka kios- kios dengan harga murah," kata Kalla dalam keterangan pers di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin.

Kepada sekitar 50.000 penduduk Yogyakarta dan Jawa Tengah lainnya yang menjadi korban bencana, pemerintah akan memberikan bantuan kebutuhan hidup sebesar Rp 1 juta per keluarga per bulan. Biaya hidup tersebut diberikan jika satu keluarga mempunyai anggota lima orang.

Menurut Wapres, bantuan Rp 1 juta, antara lain, untuk bagi kebutuhan pakaian Rp 100.000. Lalu, Rp 100.000 per keluarga untuk pembelian peralatan rumah tangga. Pemerintah juga akan memberikan beras 60 kilogram per keluarga plus lauk pauk per bulan. Untuk itu, pemerintah sudah menganggarkan dana tanggap darurat Rp 75 miliar untuk tiga bulan pertama.

"Pemerintah sengaja memberikan bantuan berupa uang supaya ekonomi masyarakat setempat dapat berjalan. Masyarakat bisa memilih kebutuhannya, juga dapat muncul penjual dan pembeli sehingga aktivitas ekonomi tumbuh lagi," lanjut Wapres.

Di Surabaya Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy’ari menyebutkan, sedikitnya 13.000 rumah warga di Yogyakarta dan daerah sekitarnya telah hancur. Angka itu merupakan hasil pencatatan sementara tim yang diturunkan Kementerian Negara Perumahan Rakyat dibantu dinas permukiman dan sarana prasarana wilayah setempat. Hampir 90 persen dari 13.000 rumah itu kondisinya hancur total sehingga perlu renovasi utuh.

Di tempat terpisah Menko Perekonomian Boediono mengatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi memerlukan waktu setahun. Selama itu pemerintah akan membangun kembali infrastruktur dasar, terutama rumah penduduk yang hancur.

Dana pendukung rehabilitasi dan rekonstruksi senilai Rp 1 triliun. Selain dari APBN, diupayakan juga dari sumber lain.

Kemarin sebanyak 81 delegasi dari 17 negara dan sembilan lembaga keuangan internasional bertemu Boediono. Mereka mengungkapkan kesanggupan membantu pemerintah dalam menanggulangi bencana gempa di Yogyakarta dan sekitarnya. "Sebagian besar tertarik membantu upaya tanggap darurat dengan hibah," kata Boediono.

Meskipun demikian, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Yogyakarta pemerintah tidak akan membentuk lembaga sejenis Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias. Alasannya, dampak gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah tidak sebesar tsunami di Aceh, sementara pemerintahan daerah masih bisa berjalan.

"Memang banyak yang rusak, namun sumber daya produktif masih bisa berjalan sehingga tidak perlu BRR. Kita berdayakan sumber daya yang ada," katanya.

Sementara itu, Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengatakan, masa tanggap darurat memerlukan waktu tiga bulan. Selama masa itu pemerintah akan memasok bantuan makanan kepada korban. Khusus untuk penanganan jenazah harus selesai sepuluh hari, begitu juga penanganan pasien yang terluka.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya telah mencairkan dana Rp 50 miliar untuk operasi tanggap darurat melalui rekening Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, diambil dari anggaran pascabencana dalam APBN 2006. "Alokasi dana pascabencana tahun ini hanya Rp 500 miliar untuk kebutuhan di seluruh Indonesia," katanya.

Dana Rp 50 miliar yang telah dicairkan diperkirakan sudah memadai untuk saat ini, sedangkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, belum bisa diestimasi. "Kami sudah bahas kemungkinan pembiayaan dari APBN Perubahan atau donor," katanya.

Sri Mulyani mengatakan, bantuan dari negara donor bisa berupa hibah atau relokasi utang bersyarat lunak yang sudah disetujui. Lembaga keuangan yang sudah menetapkan komitmen bantuan, antara lain, Bank Pembangunan Asia (ADB) 50 hingga 60 juta dollar AS dan Bank Dunia senilai 40 hingga 60 juta dollar AS. "Ini termasuk pembangunan kecamatan, infrastruktur darurat seperti air bersih," katanya.

Menurut dia, belum ada tawaran penundaan pembayaran atau moratorium utang, seperti saat terjadi bencana tsunami di Aceh. "Moratorium tidak, tetapi tawaran hibah sudah ada, antara lain, dari Bank Pembangunan Islam," katanya. (har/nik/OIN)

Jumlah Korban Tewas Bertambah Menjadi 5.427 Jiwa

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Jumlah korban tewas akibat gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga Selasa (30/5) pagi mencapai 5.427 jiwa. Kebanyakan korban berasal dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Sementara itu, kondisi Yogyakarta yang diguyur hujan deras mengakibatkan pengungsi harus menghabiskan malam berlindung di dalam tenda plastik yang disangga bambu. Hujan juga mengakibatkan terlambatnya bantuan untuk para korban gempa. Sebagian pengungsi terpaksa menggunakan keset jerami karena tanah yang basah.

Meskipun berlangsung lambat, bantuan untuk para korban gempa sudah mulai tersalur sejak Senin (29/5). Bantuan juga datang dari lembaga bantuan internasional yang mulai menyalurkan tenda dan kain terpal yang dibutuhkan pengungsi. Namun, Palang Merah Internasional (ICRC) memperkirakan sekitar 200 ribu pengungsi belum mendapatkan bantuan.

Koordinator Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, memperkirakan bantuan untuk para korban gempa di Yogyakarta seharusnya bisa lebih cepat sampai jika dibandingkan dengan bantuan untuk korban tsunami pada 2004 silam karena wilayah gempa di Yogyakarta lebih mudah dicapai daripada wilayah tsunami yang tersebar.

Sementara itu, lima rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah, hingga hari ini, masih merawat sekitar 44 korban gempa asal Yogyakarta. Kelima rumah sakit tersebut masing-masing, RS Santa Elisabeth merawat 21 orang, RS Telogo Rejo merawat tiga orang, RS Dokter Kariadi merawat 13 orang, RS Roemani merawat enam orang dan RS Panti Wilasa merawat satu orang.
Rata-rata korban gempa yang dirawat tersebut mengalami patah tulang dan luka di kaki serta badan akibat tertimpa bangunan yang runtuh. Untuk membantu penanganan korban gempa, sejumlah rumah sakit di Semarang juga mengirim tenaga medis dan bantuan obat-obatan ke lokasi gempa.(**/AMR)
30/05/2006 10:05 - Nusantara/Headline News

Monday, May 29, 2006

Korban Tewas Karena Gempa Mencapai 5.136 Orang


Metrotvnews.com, Bantul: Laporan korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter di Yogyakarta dan Jawa Tnegah, Sabtu lalu, terus bertambah. Hingga Senin (29/5) pukul 14.00, jumlah korban tewas telah mencapai 5.136 orang. Korban tewas terbanyak dari Propinsi Yogyakarta berasal dari Kabupaten Bantul sebanyak 3.082 orang, diikuti Kabupaten Sleman 174 orang, Yogyakarta 151 orang, Gunung Kidul 42 orang dan Kulonprogo 15 orang.

Sementara di Jawa Tengah, korban tewas terbanyak dari Kabupaten Klaten sebanyak 1.668 orang, disusul Kabupaten Boyolali sebanyak 3 orang dan Magelang satu orang. Sedangkan korban luka berat di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 3.061 orang dan di Jawa Tengah sebanyak 3.158 orang.

Sementara itu, para pengungsi korban gempa sangat membutuhkan tenda berikut makanan, selimut, dan obat-obatan. Sejauh ini, persediaan tenda habis sehingga terpaksa meminta bantuan ke Semarang dan Surabaya. Sementara, pendistribusian bantuan ke daerah pelosok terhambat karena terbentur birokrasi.Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengakui ada permasalahan dalam pendistribusian bantuan bagi korban gempa bumi di wilayah Yogyakarta. Karena itu, Gubernur DIY memutuskan mulai pukul 11.00 WIB pengiriman bantuan langsung dari Satkorlak Provinsi menuju masing-masing lokasi seperti desa atau kecamatan dan tidak lagi melalui kabupaten atau kota.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, polisi terus melakukan pengamanan di wilayah bencana di DIY dan sekitarnya. Menurut Kepala Polri Jenderal Polisi Sutanto, polisi mengantisipasi gangguan keamanan paska gempa bumi dengan melakukan patroli-patroli dan penjagaan. Polisi juga telah menurunkan tim bantuan medis sebanyak 102 orang.(***)
29/05/2006 16:05 - Nusantara/Headline News

Makin Banyak Korban Gempa yang Mengemis Bantuan

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Korban gempa yang meminta bantuan di pinggir jalan jumlahnya terus bertambah. Para korban gempa meminta bantuan para pengendara di sejumlah titik di ruas jalan di Yogyakarta karena mereka belum mendapat bantuan apapun. Sejauh ini, bantuan baru didistribusikan ke wilayah yang dapat dijangkau transportasi. Sementara, untuk daerah yang tidak terjangkau transportasi akibat tertutup puing-puing reruntuhan bangunan belum mendapat bantuan.

Di pihak lain, Bupati Bantul H.M. Idham Samawi telah meminta warga korban gempa untuk tidak meminta bantuan di jalan-jalan. Selain mengganggu, aksi korban yang meminta bantuan di jalan dinilai memalukan. Karena itu, ia meminta korban untuk langsung menghubungi pos bantuan di kecamatan masing-masing.

Sementara itu, gempa bumi berkekuatan 5,9 pada Skala Richter pada Sabtu pekan silam juga menghancurkan sejumlah gedung sekolah di Bantul dan sekitarnya. Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Jetis, Kabupaten Bantul misalnya, gedung sekolah rusak parah. Tujuh puluh persen bangunan hancur, kaca-kaca pecah, dan atap bangunan jebol. Demikian juga fasilitas lainnya termasuk perpustakaan dan buku-buku sekolah sehingga sekolah terpaksa diliburkan.

Selain SMP 3, Sekolah Dasar (SD) Negeri Kranggan, Kecamatan Galur, Bantul, juga rusak berat. Seluruh ruang belajar retak sehingga tidak bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. Akibatnya, anak kelas satu sampai tiga diliburkan, sedang kelas empat sampai enam tetap masuk sekolah meski harus belajar di halaman sekolah. Pengelola gedung berharap adanya bantuan untuk sekolah tersebut.(AMR)
29/05/2006 15:05 - Nusantara/Headline News

Korban Tewas Mendekati 5.000 Jiwa

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Hingga Senin (29/5) pagi, pukul 05.50 WIB, data Posko Departemen Sosial mencatat korban meninggal akibat gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah telah mencapai 4.983 jiwa. Korban tewas paling banyak berasal dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yakni 3.080 jiwa dan dan 3.500 rumah rusak.

Di Kulonprogo, korban tewas 15 orang dan rumah rusak 200. Di Sleman, korban tewas 174 dan rumah rusak 100. Di Gunung Kidul, korban tewas 39 dan rumah rusak 250. Sementara di Kota Yogyakarta, korban meninggal 129 jiwa dan rumah rusak 200.

Berbeda di Yogyakarta, korban tewas dan rumah hancur akibat gempa di Jawa Tengah cenderung lebih sedikit. Di Klaten, korban meninggal 1.542 dan rumah rusak 500. Sedangkan di Magelang, korban tewas satu orang dan rumah rusak 205.

Sementara itu, pemerintah mengalokasikan dana untuk tanggap darurat selama tiga bulan yakni Mei hingga Agustus bagi bencana gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah sebesar Rp 75 miliar. Sedangkan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan akibat gempa juga dialokasikan sebesar Rp 1 triliun.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Kepala Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) usai memimpin rapat Bakornas di kediamannya, Ahad (28/5) malam. Menurut Kalla, dana tanggap darurat selama tiga bulan senilai Rp 75 miliar tersebut dialokasikan dengan asumsi jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 4.000 orang, yang dirawat di rumah sakit sebanyak 10.000 orang dan pengungsi sebanyak 50.000 orang.

Sedangkan, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan selama satu tahun sebesar Rp 1 triliun dialokasikan dengan asumsi adanya sekitar 35.000 rumah dan gedung-gedung lain yang rusak. Menurut Wapres, dana untuk tanggap darurat dan rehabilitasi pascagempa Yogyakarta itu sebagian akan diambil dari dana darurat di APBN, sebagian dari dana departemen, bantuan luar negeri, dan juga anggaran dalam APBN Perubahan yang akan diajukan pemerintah kepada DPR.(AMR)
29/05/2006 07:05 - Nusantara/Headline News

Tifatul Sembiring: "Jangan Timbulkan Masalah Sosial Baru"

PK-Sejahtera Online: Kondisi korban gempa bumi di Bantul kian mengkhawatirkan. Empat orang kader PKS dipastikan meninggal dunia. Satu orang kader akhwat dinyatakan hilang belum diketahui keberadaan dan kondisinya. Tiga belas orang kader luka serius. Ratusan rumah kader turut hancur berat maupun ringan. Minimnya bantuan tenda dan penanganan medis membuat Posko P2BPKS Bantul penuh sesak oleh pengungsi yang luka-luka maupun yang menyelematkan diri dan keluarganya. Rumah tempat tinggal di Bantul hampir 90% rata dengan tanah. Hujan terus saja mengguyur Jogja sejak sore kemarin. Gempa susulan yang terjadi membuat suasana semakin mencekam.

Semua rumah sakit di Jogja tak mampu lagi menampung korban yang mencapai angka 17.387 jiwa. Di RSI Klaten, RS Bathesda, RS PKU Muhammadiyah dan semua RS yang ada para korban dirawat di lorong, halaman dan tempat parkir dan tidak semuanya terlindung dari panas dan hujan. Sementara itu korban tewas di DIY saja sudah mencapai angka 2735, sedangkan di Klaten dan Boyolali sudah mencapai angka 700 orang. Warga yang selamat mencoba bertahan dengan mendirikan tenda seadanya dan mengetuk hati siapapun yang lewat untuk memberikan bantuannya sepanjang jalan.

Meskipun relawan PKS terus berdatangan dari berbagai daerah dan langsung bekerja di Bantul, namun bantuan masih dirasakan belum mencukupi. Telepon genggam Ahmad Sumianto, Ketua DPW PKS DIY terus berdering mengabarkan kondisi kader dan masyarakat yang membutuhkan bantuan dari pelosok-pelosok Jogjakarta yang porak poranda.

"Jangan sampai timbul masalah sosial baru" Tifatul Sembiring mewanti-wanti para pengurus dan relawan di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kecamatan Bambang Lipuro kabupaten Bantul, 28/5. Beliau menyerukan agar warga yang masih terlantar segera diberi tempat bernaung sementara. "Minimal terpal plastik dan selimut. Dapur umum harus segera digerakkan", lanjutnya.

Tifatul yang melakukan kunjungan kerja bersama Ketua MPR Hidayat Nurwahid ke Klaten dan Jogja itu terlihat sangat prihatin. Warga yang merasa mengenalnya karena pernah melihat di televisi bergegas menyalaminya. Tak jarang dia merogoh dompetnya sendiri untuk menyantuni warga yang masih bertahan di dekat reruntuhan rumahnya. "Pemerintah dan ormas-ormas harus menunjukkan kesungguhannya. Lupakan dulu perseteruan yang ada. Aparat tentara dan polisi harus segera turun tangan sebagaimana di Aceh", seru Tifatul.

Sementara itu Hidayat Nurwahid menyerukan para relawan Kepanduan agar terus bekerja keras dan terus berkoordinasi dengan Satkorlak. "Saya termasuk salah satu korban bencana ini juga. Rumah kelahiran saya di Prambanan hancur. Kakak ibu saya meninggal. Namun saya harap tidak memprioriaskan kondisi keluarga saya di Prambanan. "Utamakan menangani warga lainnya yang lebih membutuhkan", pintanya.

Bantuan dari seluruh masyarakat sangat ditunggu di Bantul dan sekitarnya. Berhubung nomor rekening lembaga masih diurus, bantuan dapat disalurkan melalui Nomor rekening darurat Posko P2B-PKS Jogjakarta Jawa Tengah:
BCA Yogya a.n Ekantini Puji Basuki no. 4560666131
Bank Mandiri Yogya a.n Muchammad Maskuri no. 137-00-0485841-7


Sementara bantuan berupa barang yang sangat dibutuhkan adalah sembako, makanan siap saji, obat-obatan, dan tenda. bantuan dapat disalurkan melalui kantor PKS terdekat.

Agar memudahkan penyaluran, bantuan diwujudkan dalam bentuk uang. bantuan berupa barang hanya diprioritaskan dari DIY, Jateng dan Jatim. Di luar ketiga propinsi tersebut bantuan barang dikhawatirkan tidak dapat tersalur segera karena masalah pergudangan dan transportasi.

Pengirim: Alfa
Update: 29/05/2006

Ribuan Warga Tak Punya Rumah

Yogyakarta, Kompas - Ratusan ribu penduduk Bantul, DI Yogyakarta, kehilangan tempat tinggal layak huni pascagempa Sabtu (27/5) lalu. Diperkirakan dalam setahun ini mereka akan tinggal di barak atau tenda karena pembangunan infrastruktur dan rumah permanen untuk warga belum bisa dilakukan saat ini. Padahal, banyak pengungsi mengatakan mereka tak ingin berlama-lama hidup di tenda pengungsian.

Jumlah rumah yang harus dibangun bagi warga diprediksi lebih dari 40.000 unit. Bupati Bantul Idham Samawi, Minggu, menjelaskan jumlah kepala keluarga di Bantul mencapai 230.000 dan jumlah penduduk 809.844 jiwa.

Di beberapa kecamatan, seperti Jetis, jumlah rumah rusak akibat gempa hari Sabtu mencapai 70 persen, Imogiri 50 persen, dan Bambanglipuro 50 persen.

"Jumlah rumah di Bantul diperkirakan ada 230.000 sesuai dengan jumlah kepala keluarga. Kalau yang roboh ada 20 persen saja, tentu ada sekitar 40.000 rumah yang harus dibangun," ujar Idham.

Kini warga yang mengungsi hanya memanfaatkan tenda seadanya yang tidak tahan air dan tanpa alas. Saat hujan turun di malam hari seperti yang terjadi dua malam terakhir, pengungsi sama sekali tidak bisa tidur karena tenda mereka kebanjiran. Sebagian bahkan basah karena tenda mereka hanya menggunakan karung gandum dan mudah roboh tertiup angin. Oleh karena itu, mereka berharap tidak berlama-lama tinggal di tenda darurat.

"Saya sudah tidak punya apa-apa. Rumah dan barang-barang saya hancur. Saya tidak tahu lagi bagaimana saya bisa membangun rumah kembali," kata Purwono yang mengungsi di Kompleks Gereja Ganjuran.

Hingga kemarin sebagian besar warga Bantul, juga daerah lain di Sleman, lebih memilih tinggal di tenda-tenda darurat yang mereka buat sendiri dari plastik alakadarnya. Mereka mengaku takut dan khawatir akan adanya gempa susulan.

Kepala Sub-Bidang Observasi Gempa Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) M Riyadi menjelaskan, sepanjang hari Minggu kemarin terjadi enam kali gempa susulan berkekuatan 4 skala Richter yang getarannya dapat dirasakan. Meski demikian, gempa susulan itu tidak sampai merusakkan bangunan.

MENCEGAH UPAYA SEKULARISASI PANCASILA

Oleh: K.H Ma'ruf Amin Maklumat ke-Indonesia-an yang digagas oleh sejumlah orang dalam simposium nasional di Fisip UI yang lalu, dengan ...