Ads

Friday, June 08, 2012

Pria Ini Bisa Masukkan Hidung ke Mulut

BEIJING - Tang Shuquan merupakan pria berkacamata dengan wajah yang normal. Namun pria itu sanggup melipat wajahnya hingga hidung Tang masuk ke dalam mulut. Tang pun berubah menjadi sangat buruk.

Wajah pria berusia 43 tahun itu tampak jelek ketika dirinya melipat dagunya hingga gigi bawahnya menyentuh hidung. Tang pun siap memberikan uang sebesar USD10.250 atau sekira Rp97 juta bagi siapapun yang bisa menirunya.

Pria asal China itu mengklaim, belum ada seseorang di dunia ini yang sanggup melipat wajah seperti yang dilakukannya. Pada Maret lalu, Tang pun mengikuti kompetisi Guinness World Records di Italia dan mendapatkan sebuah medali. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Jumat, (8/6/2012).

Tang mempelajari cara melipat wajah selama tujuh tahun dan sudah sering menunjukkan aksinya ke publik sejak 10 tahun yang lalu. Tang pun disebut memiliki wajah terjelek yang pernah ada di dunia.

Untuk seorang pria yang berusia 43 tahun, otot-otot wajah yang dimiliki Tang dinilai sangat kuat dan sangat fleksibel. Tang juga terlihat sering memamerkan kemampuannya di depan warga yang ada di jalanan.(AUL)

Tuesday, April 20, 2010

Uji Materi UU Penodaan Agama Ditolak MK


Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak seluruh permohonan uji materi UU Nomor 1/PNPS/1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama yang diajukan oleh kelompok liberal, sehingga UU tersebut dinyatakan konstitusional dan tetap berlaku.

Putusan ini langsung disambut dengan teriakan takbir oleh para aktivis ormas Islam yang memenuhi ruangan sidang.

"MK memutuskan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK, Mahfud MD di dampingi 8 hakim konstitusi lainnnya di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin malam (19/4).

MK berpendapat jika negara memang punya otoritas untuk mengatur masyarakat. Jika ada konflik, maka yang bisa memberikan paksaan untuk mengatur adalah negara.

"Jika UU ini dicabut, maka negara tak bisa mempunyai landasan hukum. Jika ini dicabut, justru akan terjadi tindak anarkhi di masyarakat. Pembatasan oleh negara tersebut di dasari oleh UU," ujar putusan MK tersebut.

MK tidak sependapat dengan alasan pemohon bahwa UU ini tidak relevan karena dibuat pada keadaan darurat. Menurut MK, semua Perpres yang dibuat dalam keadaan darurat sudah diseleksi dengan TAP MPRS No XIX/MPRS/1966.

"Ada yang dicabut, ada yg dilanjutkan. UU ini termasuk yang diteruskan lagi pada 1969. Jika alasan UU darurat, maka banyak yang dibatalkan," bunyi putusan MK.

Dari putusan ini, 1 hakim mengajukan concuering opinion (pendapat beda simpulan sama) yaitu Harjono dan 1 hakim mengajukan dissention opinion (pendapat beda simpulan beda) yaitu Maria Farida Indarti. Putusan tersebut dibacakan sejak pukul 14.00 WIB. (detik/shodiq ramadhan)

Friday, November 16, 2007

Misi Gelap Walt Disney

Senin, 12 Nov 07 07:24 WIB
Tahukah Anda bahwa di balik kekonyolan dan tingkah lucu karakter kartun Walt Disney tersimpan agenda jahat yang akan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan? Hal ini ditekankan oleh Wes Penre, tokoh penting di belakang kebangkitan musik rock dan heavy-metal AS di era 1980-an.
Wes Penre merupakan mantan anggota kelompok pemuja setan, yang kemudian bertobat dan menjadi peneliti dunia hiburan AS. Orang di belakang kesuksesan banyak kelompok music cadas Amerika ini dalam situs Illuminaty News (4 Juli 2004) menulis sebuah artikel singkat berjudul “The Walt Disney Agenda ”.

Penre membuka artikel itu dengan kalimat, “Saya menonton film kemarin, judulnya “The Haunted Mansion”, dibintangi oleh Eddie Murphy. Film ini diproduksi oleh Disney. Ini bukan sekadar film setan dengan akting yang payah, ada sesuatu di baliknya. Pertanyaan pertama tentang film ini, setelah saya menontonnya, adalah: Untuk siapa sebenarnya film ini? Orang-orang dewasa, atau anak-anak? Jika untuk orang dewasa, film ini sangatlah naïf, terlalu enteng, dan tidak lucu. Namun jika untuk anak-anak, ini adalah film yang amat sangat menakutkan. Lalu, untuk siapa sebenarnya Disney membuat film ini?”

Penre mengatakan, untuk menjawab semua pertanyaan itu maka kita perlu mengetahui siapa sesungguhnya Walt Disney, apa misi utama perusahaan Disney, untuk apa didirikan, dan akan digunakan sebagai apa?
“Walt Disney merupakan anggota Freemasonry derajat 33°, suatu derajat tertinggi yang hanya bisa dicapai oleh tokoh-tokoh Yahudi, dan juga anggota Illuminaty. Di balik seluruh karakter kartun yang diciptakannya yang tersebar di aneka film, buku cerita, dongeng, dan sebagainya, ada agenda tersembunyi illuminaty untuk mempengaruhi dan men-setting pemikiran anak-anak, ” tulis Penre.

Seluruh produksi Disney mengandung simbol-simbol Masonik, okultisme, dan juga indoktrinasi maupun pengendalian alam pikiran. “Lewat Disney, mereka telah meracuni pemikiran manusia sedari anak-anak agar bisa menerima ‘The New World Order’ suatu saat kelak. Mereka juga memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak seluruh dunia apa yang disebut sebagai black-magic, The Sorcery, sebagai jalan keluar yang bagus, ” tandas Penre yang juga banyak menulis masalah-masalah Illuminaty di dunia hiburan Amerika.

Tanpa Anda sadari, anak-anak Anda telah “menghilang” ke dalam Disneyland dan diculik oleh perusahaan Disney dan dikorbankan serta diperbudak menjadi agen-agen The New World Order di masa depannya. Hebatnya lagi, Disney mampu melakukan ini semua di kamar-kamar tidur dan kamar-kamar keluarga seluruh keluarga di dunia ini. “Sekarang kita kembali kepada film ‘The Haunted Mansion’. Kami paham, betapa tidak mungkinnya para orangtua melarang anak-anak menonton film ini, yang seolah-olah diperuntukkan bagi anak-anak, namun banyak memuat unsur-unsur kekerasan, seksualitas, dan sejenisnya, ” tambahnya.

Penre juga bercerita bahwa seorang sahabatnya pernah menemui hal ganjil di Disneyland-California. “Di suatu tempat di tengah areal Disneyland, orang ini masuk dan bersembunyi ke dalam semak-semak untuk sekadar merokok. Tanpa diduga, dari semak-semak itu terlihat sebuah lorong ke dalam tanah. Dia masuk ke dalam dengan hati-hati. Dari dalam tanah dia mendengar suara tangisan anak-anak…, ” ujar Penre.
Apa sesungguhnya misi Walt Disney? Bagaimana keterkaitan antara Disney dengan jaringan Yahudi yang menguasai Hollywood hingga hari ini? Untuk menjawab semua pertanyaan ini, silakan simak di majalah eramuslim digest edisi 3 dengan tema “Hollywood Undercover”. (Rizki)

Tuesday, June 05, 2007

Apa Komentar Anda Setelah 40 Tahun Al-Aqsha Dijajah?

Selasa, 5 Jun 07 18:32 WIB

Syaikh Raid Shalah, pemimpin gerakan Islam Palestina di wilayah jajahan 1948, menyerukan seluruh penulis dan pemikir Islam di mana saja untuk menuliskan surat singkat dengan judul “Pendapat Saya Setelah 40 Tahun Perampasan Masjid Al-Aqsha”.

Surat itu menurutnya, digunakan untuk lebih memberi kesan mendalam bagi kaum Muslimin terhadap kondisi masjid Al-Aqsha saat ini, dan akan menguatkan hubungan batin serta pemikiran antara kaum Muslimin di seluruh dunia terhadap Masjid Al-Aqsha.

Dalam dialog langsung yang disampaikan Raid Shalah kepada para netters Islamonline ia menyampaikan, “Kebutuhan mendesak pada peran para ulama, para jurnalis, untuk bisa memperdalam lagi perjalanan peradaban Islam kita, lalu menyambung hubungan hati dan pemikiran terhadap masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. ”

Menurutnya, surat-surat seperti itu akan menjadikan umat Islam tetap berobsesi dengan peran besar persatuan dunia Islam. Surat itu hendaknya dikirimkan ke alamat email, moasst_aqsa@yahoo.com.

Ia menyatakan, setelah menerima surat-surat itu, ia akan sebarkan melalui sebuah buku berjudul "Apa yang saya katakan setelah 40 tahun Al-Aqsha dijajah Israel?”

Syaikh Raid Shalah berterima kasih kepada semua pihak yang mau meluangkan waktu dan menuliskan surat untuk menjalin ikatan hubungan yang lebih kuat antara kaum Muslimin dunia dengan kondisi Masjid Al-Aqsha.

Dalam kesempatan yang sama, Syaikh Raid Shalah juga mengemukakan istilah bursa kaum Muslimin. “Jika dalam dunia ekonomi ada bursa, maka di dunia Islam juga ada bursa. Jika dalam bursa ekonomi mengacu pada harga minyak, emas dan investasi bisnis, maka bursa kemuliaan dunia Islam adalah Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha yang sangat mahal nilainya, ” ujar Syaikh. (na-str/iol)

Mushaf Al-Qur'an Berusia Dua Abad Hilang di Bandara Soekarno Hatta

Selasa, 5 Jun 07 15:44 WIB

Mushaf Al-Quran berusia lebih dari dua abad dari Afrika Selatan hilang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, sejak 2006 dan kini keluarga pemilik kitab suci ini meminta bantuan media tanah air agar dapat menemukannya.

"Kami kehilangan Al-Quran yang istimewa itu di Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya pada 23 Maret 2006, " ujar pemilik sah Al-Qur'an tersebut, Syaikh Abubaker Abduraouf, kepada wartawan di Kedutaan Besar Afrika Selatan, Jakarta, Selasa (5/6).

KIsahnya, Syaikh Abubaker Abduraouf dan isterinya, Adela, pada 2006 berencana untuk menapaktilasi perjalanan leluhurnya ke Tidore, Maluku. Mereka berangkat dari Cape Town dan tiba di Jakarta pada 21 Maret 2006.

Setelah menginap selama dua hari di Jakarta, mereka berencana menuju ke Tidore dan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta. Apesnya, taksi yang mereka tumpangi, mengantar mereka ke terminal internasional dan bukannya terminal domestik.

Lantaran terburu-buru, mereka lalu naik kendaraan alternatif yang berjenis Toyota van berkapasitas tujuh penumpang dan berwarna emas metalik. Pengemudi kendaraan itu adalah lelaki berusia 40-an awal yang memakai seragam berwarna terang.

Sesampainya di terminal domestik, mereka segera menurunkan barang bawaan satu per satu. Mushaf Al-Quran yang dibawa dalam tas berwarna hitam dan ditaruh di kursi depan sebelah kiri pengemudi dimaksud untuk diturunkan terakhir.

Tapi, ketika Abduraouf dan isterinya kembali untuk menurunkan Al-Quran, kendaraan itu telah menghilang membawa kitab suci bersejarah tersebut.

Mereka lalu melapor kepada pihak keamanan bandara dan memberitahukan bahwa mereka akan kembali pada 27 Maret 2006 sekiranya ada orang yang mengembalikan kitab suci itu. Tapi hasilnya nihil.

Oleh karean itu, Abduraouf dan pihak Kedubes Afsel di Indonesia meminta agar warga Indonesia yang menemukan atau mengetahui tentang keberadaan Al-Quran tersebut agar melaporkannya ke pihak kedutaan atau bisa melalui media.

"Kami tidak akan memberikan semacam komitmen reward, tetapi untuk hal itu kami menyerahkan kepada pihak keluarga. Kami hanya akan menghubungkan orang yang menemukannya dengan keluarga Abduraouf, " ujar Konselor Politik dan Perdagangan Kedubes Afsel, Mike Mambukwe.

Ia menegaskan, kasus ini bukanlah termasuk ranah politik, tetapi lebih kepada hal yang bersifat keagamaan dan kemanusiaan. Mengenai alasan mengapa baru sekarang menyebarluaskan insiden terjadi setahun lalu itu, Abduraouf mengaku baru bisa melakukannya sekarang, karena mereka tidak memiliki banyak uang agar dapat bertolak ke Indonesia untuk mengurus kasus ini.

Seperti diketahui, mushaf ini ditulis dengan tangan di Afsel pada abad ke-18 oleh Abdullah Qaadi Abdus Salaam yang merupakan tahanan politik Belanda pada masa kolonial. Tokoh yang berasal dari Tidore, Indonesia, itu dibuang ke Pulau Robben di dekat Cape Town, Afsel, tepatnya pada tahun 1765.

Selama dalam masa pengasingan itu, dia menulis Al-Quran dengan tinta hitam, kecuali lafal Allah yang diwarnai dengan tinta merah. Sejak itu, kitab tersebut diwariskan dari generasi ke generasi hingga ke tangan penerusnya yang keenam, yaitu Syaikh Abubaker Abduraouf. (dina)

20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (Tamat)

Rabu, 30 Mei 07 06:08 WIB

Dalam tulisan bagian pertama, telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.

Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.

Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.

Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:
- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,
- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

Sifat:
- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,
- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:
- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,
- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:
- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,
- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

Sikap Terhadap Agama:
- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,
- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:
- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,
- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

Korban Perjuangan:
- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,
- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,

Kerakyatan:
- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,
- BO bersifat feodal dan keningratan,

Melawan Arus:
- SI berjuang melawan arus penjajahan,
- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

Kelahiran:
- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,
- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,

Seharusnya 16 Oktober
Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.

Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.

Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. (Tamat/Rizki Ridyasmara)

20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (Bag.1)

Sabtu, 19 Mei 07 10:08 WIB

Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen).

Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.

Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.

Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan ada sejumlah tokoh Islam dan para Ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi di balik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya.

Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.

Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu.

Pendukung Penjajahan Belanda

Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.

KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.

“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.

BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.

Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.

Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.

Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya... Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”

Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.

Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.

Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.

Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.

Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandinganya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908. (Bersambung/Rizki Ridyasmara)

George W Bush Sudah Lahir di Tahun 1796

Jumat, 1 Jun 07 21:53 WIB

Ini bukan berita sensasi atau dusta, pada tahun 1796 atau 20 tahun setelah The Founding Fathers Amerika Serikat menandatangani Deklarasi Kemerdekaan AS, George W Bush dilahirkan. Namanya bukan George Walker Bush yang kini menjadi Presiden AS sekaligus tiran dunia, melainkan George Washington Bush. Sama-sama George W Bush, beda orang, namun sama-sama Islamophobia. Lho?

Michael Collins Piper, seorang kolumnis independen Amerika dan termasuk salah satu pengecam gerakan Zionisme, di dalam karyanya “Jerusalem Baru: Kuasa Zionis di Amerika” (edisi Malaysia diterbitkan Saba Islamic Media), mengutip penemuan Shalom Goldman, seorang Profesor Madya dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah University Emory, yang mengatakan bahwa George Washington Bush merupakan moyang dari George Walker Bush.

“George Washington Bush dilahirkan pada 12 Juni 1796 dan meninggal dunia ada 19 September 1859. Dia merupakan seorang profesor dan penulis. Dia menulis buku ‘The Life of Muhammad’ dan buku tersebut merupakan penerbitan pertama di Amerika yang menyerang Islam, ” demikian Goldman.

Profesor berdarah Yahudi ini juga menegaskan bahwa sosok Profesor Bush merupakan pelopor atau perintis lahirnya kelompok Zionis-Kristen Amerika yang sekarang telah menguasai Gedung Putih dan Pentagon. “Profesor Bush sangat akif mendukung Zionisme di Amerika dan berperan penting di dalam mengirimkan orang-orang Yahudi Diaspora ke Tanah Palestina, ” lanjutnya.

Wikipedia menulis, “Selain sebagai akademisi dan penulis, Profesor Bush juga seorang sarjana Alkitab, penginjil, dan seorang kontroversial. Dia lulus dari Dartmouth College di tahun 1818 dan masuk Princeton Theological Seminary. Bush ditahbiskan di Salem Presbytery, Indiana, tahun 1825 dan menjadi pendeta di sebuah gereja Indianapolis, sebah gereja yang dipandang sangat liberal pada masanya. ”

Dari tahun 1831 hingga 1847, Bush menjadi Professor dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah di New York University. Dia menulis sejumlah buu yang di antaranya berjudul ‘Life of Muhammad’ (1830), A Grammar of the Hebrew Language (1835), dan beberapa seri artikel yang secara kritis mengkaji materi Kitab Pejanjian Lama dan secara berani mengecam dogma-dogma lama tentang kebangkitan kembali dan lainnya (1844).

Di tahun 1845 Bush memperlihatkan dukungannya secara terang-terangan terhadap lobi Zionis di Amerika dengan berpindah gereja dan masuk ke dalam General Church of the New Jerusalem. Bush dengan cepat meraih popularitas dan dijadikan juru bicara gereja tersebut, termasuk di dalam majalah yang diterbitkan oleh gereja (New Church Review) dan The Hierophant, sebuah majalah yang sangat dokriner.

Inilah sosok salah satu moyang dari Presiden Amerika George Walker Bush. Jadi, tidaklah mengherankan jika sikap dan kelakuan Presiden AS ini sangat pro-Zionisme dan sangat anti-Islam, karena moyangnya pun sudah demikian. (Rizki Ridyasmara)

Tuesday, May 22, 2007

Pesankan Satu tempat di Neraka Untukku

Ass Wr Wb

Pagi Rabu 16 Mei 07 Jam 05.30 Saya menyempatkan diri melihat Untaian Hikmah di Acara 'Belajar Dari Kisah" di Indosiar. Acara yang dipandu oleh Ust Boby Heri Wibowo ini menengahkan kisah-kisah yang bisa diambil pelajaran yang terjadi di seputar kita. Tema yang diangkat pada pagi itu adalah "Pesankan Satu tempat di Neraka Untukku". Dari judulnya yang begitu 'berani' membuat saya serius menyimak penjelasan dari sang ustadz. Berikut kira-kira cerita yang dipaparkan sang ust.

"Kejadian ini terjadi sekitar jam 10.an malam, di satu tempat di sebuah daerah di Jakarta ada sebuah mobil omprengan sedang menunggu penumpang2 yang hendak menuju rumah sepulang kerja. Di dalam mobil ada seorang bapak yang dari wajahnya menampakkan wajah kesolehan (kita sebut saja bapak tadi dengan si A) ikut menumpang di mobil tsb.

Wajah-wajah penumpang yang lain menunjukkan keletihan yang sangat setelah seharian bekerja berharap mobil segera melaju tapi masih ada satu bangku kosong tersisa tepat di depan si A.

Akhirnya datanglah penumpang terakhir seorang wanita yang datang mengenakan baju yang sangat minim sehingga sebagian aurat dan celana dalamnya ikut kelihatan (Kita sebut saja si B) duduk tepat didepan si A.

Mobil dengan kapasitas yang dipaksakan memaksa penumpang duduk berdesakan. Si A dan Si B duduk tepat berhadap-hadapan. Karena merasa risih dengan pemandangan yang tidak mengenakkan si A pun dengan niat yang baik menegur Si B tadi. "Mbak lebih baik lain kali mbak mengenakan baju pantas yang menutup aurat sehingga tidak menimbulkan fitnah dan bisa terjaga dari gangguan setan"

Si B dengan kepenatan sepulang kerja tidak terima dengan teguran Si A tadi dan berkata sambil mengangkat HP yang dimilikinya"Kalau memang apa yang saya lakukan ini salah tolong bilang ke Tuhanmu untuk pesankan satu tempat di Neraka untukku"

Mendengar jawaban Si B yang sungguh berani, Si A dan semua penumpang lainnya hanya diam dan istighfar dalam hati.

Mobil pun melaju. Dalam perjalanan semua penumpang tertidur dan mereka dibangunkan oleh sopir saat sampai di terminal tujuan sekitar jam 11 malam. Si B yang duduknya persis dekat pintu juga tertidur menghalangi penumpang lainnya yang ingin turun dari mobil. Penumpang yang lain tidak ada yang berani membangunkannya. Si B masih saja tertidur dengan auratnya yang masih kelihatan.

Akhirnya salah seorang penumpang memberanikan diri membangunkan si B tapi apa yang terjadi setelah berkali-kali si B di panggil dan digoncangkan tubuhnya ia tetap diam tak kunjung bangun. Akhirnya sadarlah semua penumpang bahwa si B telah meninggal di dalam mobil sat mobil dalam perjalanan tadi.

Semua penumpang gempar karena mereka ingat kira-kira satu jam yang lewat si B berani menantang Tuhannya dengan mengatakan pesankan satu tempat di nereka untukku kalau memang aku salah.

Allahpun mendengar tantangannya dan langsung menjawab tantangannya. Wanita itu pun meninggal dalam keadaan menantang Tuhannya sebelum sempat bertobat"
Sebuah kisah yang hendaknya menyadarkan diri kita tentang pentingnya menjaga lisan dan hanya mengucapkan perkatan yang baik saja

Semoga bermanfaat
Wass Wr Wb
APRIS HIDAYAT

Wednesday, April 04, 2007

Ubur-ubur Kotak Punya Penglihatan Seperti Manusia

Selasa, 03 April 2007 - 12:32 wib

Tidak seperti ubur-ubur pada umumnya yang hanya bergerak mengikuti arus air, seekor ubur-ubur kotak beracun bisa begitu gesit berenang di air. Hal ini membuatnya istimewa karena di balik kemampuannya, ia memiliki mata yang mirip mata manusia.

Ubur-ubur kotak tergolong hewan laut yang sangat aktif, dapat bergerak cepat di antara rintangan dan berbelok hingga 180 derajat alias berbalik arah. Para ilmuwan memprediksi sebagian dari 24 mata yang dimiliki ubur-ubur kotak mampu menangkap gerakan objek yang ada di dekatnya sehingga dapat bergerak setangkas itu.

"Dilihat dari perilakunya, mereka berbeda dengan ubur-ubur pada umumnya," ujar Anders Garm, ketua tim peneliti dari Universitas Lund, Swedia. Rangkaian matanya terletak di struktur yang berbentuk mirip mangkuk yang tergantung di badannya yang berbentuk seperti kubus.

Kalau manusia hanya memiliki sepasang mata yang memiliki fungsi beragam dari mendeteksi warna, ukuran, bentuk, dan intensitas cahaya, ubur-ubur kotak memiliki empat buah mata yang masing-masing punya fungsi berbeda. Sepasang mata yang paling primitif hanya mendeteksi tingkat pencahayaan, namun sepasang mata lainnya lebih canggih karena dapat mendeteksi warna dan ukuran objek.

Untuk menguji cara kerja matanya, Garm meletakkan ubur-ubur kotak di sebuah ruangan yang berisi air mengalir dan memasukkan objek-objek berbeda untuk melihat reaksi ubur-ubur. Terlihat bahwa ubur-ubur dengan mudah menghindari objek yang berbeda ukuran dan warna namun kesulitan menghadapi objek yang transparan.

Temuan ini mengejutkan karena ubur-ubur satu-satunya hewan tingkat rendah dari filum Cnidaria yang memiliki mata sekompleks ini. Dengan memahami cara kerja matanya, para ilmuwan berharap dapat mempelajari sejarah dan proses evolusi mata.

Sumber: LiveScience.com
Penulis: Wah

Fosil Manusia Prasejarah Ditemukan di China

Selasa, 03 April 2007 - 19:09 wib
Fosil manusia prasejarah yang baru saja digali dari sebuah gua di China dapat memberikan petunjuk sejarah manusia modern. Temuan ini akan menambah bukti-bukti untuk menguak migrasi nenek moyang manusia modern ke Asia Timur yang masih penuh teka-teki.

Dari Gua Tianyuan di dekat Beijing, para peneliti menemukan 34 potongan tulang yang diperkirakan berasal dari satu badan. Pengukuran radiokarbon menunjukkan tulang tersebut telah berumur antara 42 ribu tahun hingga 39 ribu tahun.

Pada periode ini, manusia modern diperkirakan mulai menyebar dari asalnya di Afrika ke berbagai kawasan hingga ke Asia Timur. Sayangnya hanya ada dua bukti fosil yang ditemukan di kawasan Asia sejauh ini sehingga untuk melacak jejak penyebaran manusia masih sulit dilakukan.

"Kita punya fosil dari Gua Niah di Serawak, Malaysia dan sekarang spesimen di China. Kalau Anda pergi ke barat, spesimen berikutnya baru ditemukan di Libanon. Dan tidak ada fosil yang ditemukan di antaranya," ujar Profesor Erik Trinkaus dari Universitas Washington,AS.

Sesuai teori Jalan Keluar Afrika, manusia modern (Homo sapiens) muncul pertama kali di Afrika Timur sebelum menyebar ke seluruh belahan dunia sekitar 70 ribu tahun lalu. Kehadiran manusia modern mendesak manusia purba yang hidup lebih dulu, misalnya manusia Neanderthal.


Kawin silang
Namun, sebagian dari manusia modern sepertinya melakukan kawin silang dengan manusia purba. Hal tersebut mungkin juga dilakukan manusia yang ditemukan di Tianyuan tersebut. Sebab, hasil pengamatan Trinkaus dan koleganya memperlihatkan postur tubuh manusia Tianyuan seperti Homo sapiens, namun memiliki karakteristik manusia purba, seperti gigi depan yang besar.

Ia mungkin hasil perkawinan silang antara manusia modern yang keluar dari Afrika dengan manusia purba yang telah tinggal di Eropa dan Asia. Menuruntya, hal tersebut besar kemungkinannya terjadi.

Ia menambahkan, perkawinan silang terbukti sangat mudah terjadi di dunia hewan. Dua spesies berbeda dari satu keturunan yang telah terpisah sejak dua juta tahun dapat melakukan perkawinan silang dan menghasilkan keturunan yang subur. Misalnya, pada kucing liar Scotlandia yang menjadi jinak melalui proses kawin silang.

Kucing domestik dan kucing liar merupakan spesies berbeda yang terpisah sejak ratusan ribu tahun bahkan jutaan tahun lalu dan memiliki ukuran tubuh sangat berbeda. Namun, perkawinan keduanya dapat menghasilkan keturunan yang subur.

Meski demikian, teori perkawinan silang antara manusia modern dan manusia purba masih kontroversial. Sebagian pakar paleoanthropologi menduga sebagain sifat manusia purba memang masih diturunkan kepada manusia modern sebelum hilang selamanya secara bertahap pada keturunan keturunan berikutnya. Selain itu, belum ada bukti genetik yang menunjukkan terjadinya proses tersebut.


Gaya hidup
Selain melacak asal-usulnya, para peneliti juga berusaha mempelajari gaya hidup manusia modern dari Tianyuan dengan menganalisis tulangnya. Dilihat dari struktur giginya, ia sepertinya meninggal saat bersuia 40 hingga 50 tahunan. Namun, tidak ditemukannya tulang panggul sulit ditentukan jensi kelaminnya.

Di tubuhnya juga terlihat adanya tanda-tanda penyakit. Giginya banyak yang tanggal sebelum mati. Selain itu, terdapat bekas luka di tulang kakinya yang mungkin disebabkan perubahan otot yang menempel padanya karena penyakit tertentu. Meski demikian, ia sepertinya tidak cacat dan tetap bisa beraktivitas secara aktif.

Tulang jari kakinya menunjukkan bahwa ia menggunakan alas kaki. Hasil penelusuran awal yang dilakukan Trinkaus memperlihatkan bahwa jari-jari kakinya mengalami kemunduran yang meungkin disebabkan penggunaan sepatu yang keras di zaman Paleolithikum Awal. Jika hal ini benar, berarti sepatu telah ditemukan jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya, 10 ribu tahun lalu.

Sumber: BBC
Penulis: Wah

MENCEGAH UPAYA SEKULARISASI PANCASILA

Oleh: K.H Ma'ruf Amin Maklumat ke-Indonesia-an yang digagas oleh sejumlah orang dalam simposium nasional di Fisip UI yang lalu, dengan ...